Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Tembus 5,67% di Q1 2026, Lampaui Nasional dan DKI Jakarta (mckalsel)
Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang ekonomi pada awal tahun 2026. Dalam Triwulan I (Q1) Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Bumi Lambung Mangkurat berhasil mencatatkan angka impresif sebesar 5,67 persen. Angka ini tidak hanya berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga sukses mengungguli DKI Jakarta yang selama ini menjadi pusat bisnis utama di Indonesia.
Capaian positif ini mengemuka dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Acara strategis tersebut berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).
Apresiasi Pusat di Sinergi Kebijakan KNPED 2026
Hadir mewakili Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas performa ekonomi Banua. Informasi mengenai keunggulan ekonomi Kalsel ini dipaparkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, di hadapan para kepala daerah dan stakeholder keuangan se-Indonesia.
"Alhamdulillah, dalam pertemuan Konferensi Nasional ini, pada paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Provinsi Kalimantan Selatan termasuk daerah dengan pertumbuhan ekonomi Quartal I (Q1) di atas nasional, yakni sebesar 5,67 persen, sedangkan nasional berada di angka 5,61 persen. Bahkan capaian Kalsel juga berada di atas DKI Jakarta," ujar Eddy Elminsyah Jaya dengan optimis.
KNPED 2026 sendiri mengusung tema yang sangat relevan dengan arah pembangunan saat ini, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor”. Selain paparan dari Menko Perekonomian, acara ini juga menghadirkan keynote speech dari Wakil Menteri Keuangan RI yang menyoroti pentingnya integrasi kebijakan fiskal pusat dan daerah.
Hasil Kerja Keras dan Kolaborasi Lintas Sektor
Menurut Eddy, lonjakan pertumbuhan ekonomi yang melampaui target nasional ini bukanlah hasil kerja satu malam. Ini merupakan buah manis dari komitmen jangka panjang dan kolaborasi solid antara Pemerintah Provinsi Kalsel, pelaku usaha, instansi vertikal seperti OJK dan Bank Indonesia, serta seluruh elemen masyarakat Banua.
Sinergi yang kuat dalam menjaga stabilitas harga, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM menjadi pilar utama penyokong angka 5,67 persen tersebut.
"Ini adalah hasil kolaborasi semua pihak yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Banua agar semakin kuat dan berkelanjutan," tambah Eddy.
Menatap Jauh ke Depan di Era Pemerintahan Baru
Pertumbuhan ekonomi Kalsel yang tumbuh kokoh di awal tahun 2026 ini juga menjadi sinyal positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan fokus pemerintah pusat pada kemandirian pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi industri, Kalimantan Selatan memiliki posisi tawar yang sangat strategis sebagai salah satu gerbang logistik dan ekonomi nasional, terlebih dengan posisinya yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus mempertahankan tren positif ini melalui inovasi program daerah yang inklusif, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini dapat dirasakan dampaknya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Banua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel