Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 APRIL 2026 • 14:39 WIB

Investasi Kalimantan Selatan 2026: Lompatan Ekonomi Menuju Gerbang Logistik Nasional

Investasi Kalimantan Selatan 2026: Lompatan Ekonomi Menuju Gerbang Logistik NasionalKepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan, Endri, saat kegiatan Promosi Investasi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Dermaga Pasar Terapung TMII Jakarta, Minggu (26/4/2026). (mckalsel)

Kalimantan Selatan (Kalsel) kini tengah memacu mesin ekonominya melalui penguatan arus modal. Langkah ambisius ini membuahkan hasil nyata dengan catatan realisasi investasi yang meroket setiap tahunnya. Berdasarkan data terbaru, provinsi berjuluk "Bumi Lambung Mangkurat" ini tidak lagi sekadar mengandalkan kekayaan alam mentah, tetapi mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di Pulau Kalimantan.

Tren Positif Realisasi Investasi
Pertumbuhan investasi di Kalsel menunjukkan kurva yang sangat impresif. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, mengungkapkan bahwa nilai investasi daerah terus mengalami eskalasi signifikan. Dimulai dari angka Rp15 triliun pada tahun 2022, realisasi tersebut tumbuh menjadi Rp19 triliun di 2023, melonjak ke Rp24 triliun pada 2024, hingga mencapai angka fantastis di atas Rp32 triliun pada tahun 2025.

Lonjakan ini didominasi oleh kontribusi dari wilayah-wilayah kunci seperti:

  • Kabupaten Tanah Bumbu
  • Kabupaten Kotabaru
  • Kota Banjarmasin

Secara sektoral, meskipun pertambangan masih memegang porsi besar, geliat di sektor jasa, perdagangan, dan reparasi mulai menunjukkan kontribusi yang semakin kuat dalam struktur ekonomi daerah.

"Target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan diproyeksikan mampu menyentuh angka 8 persen pada tahun 2029. Hal ini sejalan dengan visi besar nasional untuk memperkuat ekonomi daerah sebagai fondasi ekonomi nasional yang tangguh," ujar Endri.

Transformasi: Dari Ekstraktif ke Hilirisasi
Sadar akan keterbatasan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, Pemerintah Provinsi Kalsel mulai mengarahkan kemudi ekonomi menuju sektor berkelanjutan. Fokus investasi masa depan kini dialihkan secara progresif pada hilirisasi industri yang mampu menciptakan nilai tambah (value-added).

Sektor-sektor potensial yang kini menjadi prioritas dalam peta jalan investasi daerah meliputi:

  • Pertanian dan Perikanan
  • Kehutanan
  • Industri Pengolahan
  • Pariwisata dan Hospitality
  • Pengelolaan Limbah

Langkah hilirisasi ini diyakini tidak hanya memperkuat struktur ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja luas bagi tenaga kerja produktif di Kalsel, sekaligus menarik minat investor yang peduli pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Akselerasi Digital melalui Aplikasi "Bekantan"
Salah satu daya tarik utama Kalsel di mata investor adalah komitmen kuat pemerintah daerah dalam penyederhanaan birokrasi. Melalui layanan perizinan yang transparan, akuntabel, dan cepat, pemerintah memberikan kepastian hukum yang sangat dibutuhkan pelaku usaha.

Inovasi digital juga menjadi senjata utama dalam memperluas jangkauan promosi. Melalui aplikasi "Bekantan", calon investor kini dapat mengakses data peluang investasi dan potensi daerah secara mudah tanpa terkendala jarak. Langkah digitalisasi ini membuktikan kesiapan Kalsel bersaing di era industri modern sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 sebagai gerbang logistik di Pulau Kalimantan.

Dengan keunggulan infrastruktur dan ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif, Kalimantan Selatan mengundang para investor untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Investasi Kalimantan Selatan 2026: Lompatan Ekonomi Menuju Gerbang Logistik Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!