Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta perekonomian nasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur H. Muhidin, Pemerintah Provinsi Kalsel menegaskan arah pembangunan yang lebih holistik. Tidak lagi sekadar mengandalkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Kalsel kini membidik penguatan kualitas hidup masyarakat sebagai instrumen utama penarik investasi berkelanjutan.
Langkah strategis ini dipaparkan secara gamblang dalam Forum Investasi dan Promosi Layanan Unggulan RSUD Ulin Kalsel 2026 yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (26/4/2026). Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan Selatan siap bertransformasi menjadi magnet investasi di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Capaian Gemilang dan Kepercayaan Investor Lokal
Indikator keberhasilan ekonomi Kalsel terlihat jelas pada performa tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, Kalsel berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp32,85 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 35,1 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Menariknya, dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai lebih dari 70 persen menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal memiliki kepercayaan diri yang tinggi terhadap stabilitas dan prospek ekonomi daerah. Gubernur Muhidin menekankan bahwa capaian ini adalah fondasi kokoh untuk mencapai target yang lebih ambisius pada tahun 2026.
Kesehatan Sebagai Pilar Investasi Berkelanjutan
Salah satu poin unik dalam strategi pembangunan Kalsel kali ini adalah pengintegrasian sektor kesehatan ke dalam iklim investasi. Menurut Gubernur, investor masa kini tidak hanya melihat kemudahan regulasi atau potensi alam, tetapi juga mempertimbangkan kualitas layanan publik dan lingkungan hidup di lokasi tujuan investasi.
Dalam konteks inilah, RSUD Ulin Banjarmasin memainkan peran krusial. Sebagai rumah sakit rujukan utama, RSUD Ulin telah melakukan transformasi besar-besaran untuk menghadirkan layanan medis berstandar internasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memberikan jaminan kualitas hidup, baik bagi masyarakat lokal maupun bagi tenaga kerja profesional yang dibawa oleh para investor.
Beberapa layanan unggulan yang kini menjadi daya tawar Kalsel meliputi:
Menuju Ekonomi yang Inklusif
Gubernur Muhidin menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti tanpa kesejahteraan masyarakat yang nyata. "Investasi yang tumbuh harus membawa kesejahteraan, dan kesejahteraan tidak mungkin tercapai tanpa kesehatan," ungkapnya.
Sinergi lintas sektoral ini juga diperkuat dengan dukungan dari berbagai kepala daerah di Kalsel, mulai dari Banjarmasin, Barito Kuala, Tapin, hingga Kabupaten Banjar. Kolaborasi ini memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Dengan posisi strategis sebagai gerbang logistik dan pendukung IKN, Kalimantan Selatan optimis bahwa integrasi antara sektor ekonomi dan layanan publik akan menciptakan ekosistem yang sehat bagi para pelaku usaha. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi tahun di mana Kalsel tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga secara kualitas kehidupan warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel