Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 JULI 2026 • 08:41 WIB

Kunci Kendalikan Inflasi Kalsel 2026: Sinergi OPSI dan Tips Investasi Selain Emas

Kunci Kendalikan Inflasi Kalsel 2026: Sinergi OPSI dan Tips Investasi Selain EmasKunci Kendalikan Inflasi Kalsel 2026: Sinergi OPSI dan Tips Investasi Selain Emas (agincourtresources.com)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengambil langkah taktis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui forum Obrolan Pagi Seputar Inflasi (OPSI) yang digelar di Banjarmasin pada Selasa (7/7/2026), Pemprov Kalsel mempertemukan berbagai pemangku kepentingan krusial guna merumuskan langkah konkret dalam menekan laju inflasi.

Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Kalsel, Badan Pusat Statistik (BPS), serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Sinergi ini diharapkan mampu menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi di lapangan.

Kolaborasi dan Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menegaskan bahwa menghadapi tantangan inflasi memerlukan kerja sama yang solid dari seluruh pihak. Berbagai masukan dari stakeholder dalam forum OPSI ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sangat baik. Banyak hal yang perlu kita lakukan bersama dalam rangka menekan inflasi, dan berbagai masukan dari seluruh stakeholder sangat bermanfaat,” ujar Syarifuddin.
Syarifuddin juga menyoroti pentingnya menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengakui bahwa implementasi regulasi di tingkat daerah kerap menghadapi kendala interpretasi. Oleh karena itu, koordinasi intensif dengan pemerintah pusat akan terus ditingkatkan agar eksekusi kebijakan di Kalsel berjalan tanpa hambatan.

Kondisi Inflasi Kalsel per Juni 2026: Masih Kategori Aman?
Meskipun angka inflasi tahunan (year-on-year) Kalimantan Selatan pada Juni 2026 menyentuh 4,47%—yang menjadikannya tertinggi di Pulau Kalimantan—kondisi secara umum dinilai masih terkendali.

Kepala BPS Kalimantan Selatan, Mukhammad Mukhanif, menjelaskan bahwa secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2026, inflasi Kalsel tercatat sebesar 2,22%. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat dan harga pasar masih berada dalam batas aman.

BPS merilis beberapa komoditas utama yang menjadi motor penggerak inflasi di Banua saat ini, antara lain:

  • Bahan pangan pokok: Beras, minyak goreng, dan gula pasir.\
  • Komoditas lokal: Ikan papuyu.
  • Sektor jasa & gaya hidup: Tarif transportasi dan perhiasan emas.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang berkelanjutan, BPS bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel terus melakukan intervensi pasar guna memastikan pasokan barang pokok tetap terjaga dan distribusinya lancar.

Edukasi Portofolio: Waktunya Warga Kalsel Diversifikasi Investasi
Menariknya, tingginya minat masyarakat Kalsel terhadap emas turut memberi andil terhadap angka inflasi daerah. Menanggapi fenomena ini, Mukhammad Mukhanif mengimbau warga Banua untuk mulai melirik instrumen investasi lain. Langkah ini penting agar risiko finansial masyarakat lebih terkelola dengan baik.

Masyarakat disarankan tidak hanya terpaku pada perhiasan emas, melainkan mulai mendiversifikasikan aset mereka ke dalam bentuk emas batangan (antam) atau instrumen pasar modal seperti saham. Dengan portofolio yang beragam, stabilitas keuangan personal akan lebih terjaga.

Sebagai penutup, BPS mengajak seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan untuk belanja dengan bijak. Hindari perilaku panic buying atau menimbun komoditas tertentu, karena kepanikan pasar justru akan memicu kelangkaan barang dan lonjakan harga yang merugikan semua pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Kunci Kendalikan Inflasi Kalsel 2026: Sinergi OPSI dan Tips Investasi Selain Emas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!