Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 JULI 2026 • 08:12 WIB

Penemuan Kadal Terbang di Geopark Meratus, Bukti Alami Ekosistem Kalimantan Masih Terjaga

Penemuan Kadal Terbang di Geopark Meratus, Bukti Alami Ekosistem Kalimantan Masih TerjagaPenemuan Kadal Terbang di Geopark Meratus, Bukti Alami Ekosistem Kalimantan Masih Terjaga (mckalsel)

Kabar baik datang dari dunia konservasi Indonesia, khususnya dari tanah Kalimantan Selatan. Kegiatan monitoring rutin yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark di Situs Batu Gamping Batu Laki, Kabupaten Hulu Sungai, berhasil menguak potensi keanekaragaman hayati yang luar biasa.

Pada pengamatan lapangan yang berlangsung Selasa lalu, tim ahli berhasil mendokumentasikan keberadaan kadal terbang (Draco cornutus). Satwa arboreal endemik Pulau Kalimantan ini menjadi bukti nyata sekaligus indikator kuat bahwa kualitas habitat alami di kawasan Geopark Meratus masih terjaga dengan sangat baik.

Mengenal Draco cornutus, Sang Naga Terbang dari Kalimantan
Bagi sebagian orang, istilah "naga terbang" terdengar seperti makhluk mitologi. Namun, di hutan hujan Kalimantan, makhluk ini benar-benar nyata. Draco cornutus adalah spesies kadal unik yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon (arboreal).

Biologist Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Ramadhan Jayusman, menjelaskan bahwa spesies ini memiliki ciri khas berupa selaput kulit yang disebut patagium di kedua sisi tubuhnya. Ketika melebarkan patagium ini, mereka mampu meluncur mulus dari satu dahan ke dahan pohon lainnya, seolah-olah sedang terbang bebas.

Kehadiran Draco cornutus di Situs Batu Gamping Batu Laki bukan sekadar temuan fauna biasa. Satwa ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan sangat bergantung pada tutupan vegetasi hutan yang rapat.

“Keberadaan Draco cornutus menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem di kawasan Batu Gamping Batu Laki masih berada dalam kondisi yang baik,” ujar Jayusman saat memberikan keterangan di Banjarbaru.

Pentingnya Data Hayati untuk Masa Depan Geopark Meratus
Sebuah kawasan yang menyandang status UNESCO Global Geopark tidak hanya dinilai dari keunikan batuannya saja. Konsep geopark yang berkelanjutan mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu:

  • Geodiversity (Warisan Geologi)
  • Biodiversity (Keanekaragaman Hayati)
  • Culturediversity (Kekayaan Budaya)

Hasil monitoring dari Situs Batu Gamping Batu Laki ini akan langsung dimasukkan ke dalam inventarisasi data keanekaragaman hayati Geopark Meratus. Data otentik seperti ini sangat krusial untuk mendukung berbagai program ke depan, mulai dari upaya konservasi habitat, penelitian ilmiah lanjutan, hingga pengembangan materi edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Pengalaman Tak Terlupakan di Puncak Pohon
Menyaksikan keajaiban alam ini secara langsung memberikan kesan mendalam bagi tim yang turun ke lapangan. Andre Fredly, anggota tim Bidang Publikasi Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, membagikan pengalamannya yang sempat terkecoh oleh penyamaran sang kadal terbang.

Awalnya, ia mengira makhluk tersebut hanyalah kadal biasa yang sedang diam menempel di batang pohon. Namun, suasananya langsung berubah takjub ketika kadal tersebut tiba-tiba membentangkan selaput tipis di tubuhnya dan meluncur indah membelah udara menuju pohon di seberangnya. Pengalaman langsung seperti ini menjadi pengingat bagi tim bahwa tugas monitoring bukan sekadar mengumpulkan data di atas kertas, melainkan menyaksikan denyut nadi kelestarian alam yang harus terus diperjuangkan.

Menjaga Warisan Alami Kalimantan Selatan
Penemuan Draco cornutus ini semakin mengukuhkan posisi penting Situs Batu Gamping Batu Laki. Kawasan ini terbukti memiliki fungsi ekologis yang vital sebagai benteng pertahanan terakhir bagi flora dan fauna khas Kalimantan di tengah laju modernisasi.

Melalui monitoring yang dilakukan secara konsisten dan berkala, Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark berkomitmen untuk terus mendokumentasikan setiap potensi tersembunyi. Langkah ini diharapkan mampu menyajikan data akurat sebagai dasar pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Lebih dari itu, temuan ini diharapkan dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan warisan alam kebanggaan Kalimantan Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Penemuan Kadal Terbang di Geopark Meratus, Bukti Alami Ekosistem Kalimantan Masih Terjaga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!