Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 APRIL 2026 • 08:29 WIB

Hilirisasi Batubara: Kunci Strategis Kalsel Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen

Hilirisasi Batubara: Kunci Strategis Kalsel Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 PersenHilirisasi Batubara: Kunci Strategis Kalsel Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen (mckalsel)

Transformasi ekonomi di Kalimantan Selatan kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Dalam sebuah pertemuan strategis bertajuk High Level Meeting (HLM) yang digelar di Banjarmasin pada Rabu malam, 29 April 2026, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, membedah peta jalan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius sebesar 8,1 persen. Fokus utamanya sangat jelas: memperkuat investasi dan melakukan akselerasi hilirisasi pada sektor batubara.

Sinergi Lintas Instansi untuk Strategi yang Realistis
Langkah besar ini bukanlah sebuah ambisi tanpa dasar. Fadjar menegaskan bahwa gagasan transformasi ini merupakan buah pemikiran kolektif yang melibatkan berbagai instansi vertikal seperti Bank Indonesia, OJK, BPS, hingga BPKP. Proses kurasi ide dilakukan secara mendalam untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga achievable atau dapat dicapai di lapangan.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya kesatuan visi dalam melihat masa depan ekonomi Kalsel. Dengan menyaring berbagai gagasan yang berkembang, pemerintah daerah dan otoritas moneter kini memiliki arah yang lebih mengerucut pada langkah-langkah konkret yang paling mungkin mendorong produktivitas daerah secara signifikan.

Mengubah Wajah Sektor Batubara Melalui Hilirisasi
Bukan rahasia lagi bahwa batubara adalah tulang punggung ekonomi Bumi Lambung Mangkurat. Sektor ini menyumbang hampir 30 persen terhadap total perekonomian daerah dan mendominasi angka ekspor hingga 95 persen. Namun, bergantung pada penjualan komoditas mentah memiliki risiko volatilitas pasar global.

Di sinilah hilirisasi memegang peranan vital. Fadjar Majardi menjelaskan bahwa daripada hanya mengekspor bahan mentah, Kalsel harus mulai mengembangkan industri turunan batubara. Melalui kajian mendalam yang dilakukan Bank Indonesia bersama akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), ditemukan potensi besar dalam menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi. Hilirisasi akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah, dan memperkuat struktur ekonomi agar lebih tahan terhadap guncangan eksternal.

Penajaman Dokumen Perencanaan Menuju Eksekusi
Menariknya, konsep transformasi ini bukanlah kebijakan yang lahir dari nol. Kerangka besar dan peta jalannya sebenarnya sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Fokus yang dibawa dalam HLM kali ini adalah penajaman prioritas.

Tantangan terbesar saat ini adalah menentukan sektor atau program mana yang paling berdampak cepat dan luas (quick wins). Dengan penguatan pada riset, inovasi, serta peningkatan kualitas tenaga kerja, Kalsel optimis mampu menjalankan transisi dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis industri pengolahan.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Gubernur dan jajaran SKPD Kalsel ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan transformasi ekonomi sedang berlangsung. Dengan menyatukan langkah antara investasi yang terarah dan optimalisasi sumber daya alam yang berkelanjutan, target pertumbuhan 8,1 persen bukan lagi sekadar angka, melainkan tujuan nyata demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hilirisasi Batubara: Kunci Strategis Kalsel Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!