Amparan Tatak, wadai khas Kalimantan Selatan (Pinterest/Topwisata.info)
KALSEL - Di tengah maraknya eksplorasi kuliner Nusantara yang naik kelas, masakan Banjar muncul sebagai permata tersembunyi yang siap dipoles menjadi pengalaman bersantap elegan. Berakar dari budaya sungai dan rempah yang hangat, hidangan khas Kalimantan Selatan ini menawarkan kompleksitas rasa yang cocok untuk diadaptasi ke dalam format fine dining—tanpa menghilangkan jiwa tradisinya.
Apa yang membuat masakan Banjar layak diangkat ke ranah haute cuisine? Jawabannya terletak pada tiga pilar: profil rempah yang hangat dan aromatik, bahan-bahan lokal yang unik seperti ikan air tawar dan produk fermentasi, serta narasi budaya yang kuat. Soto Banjar, misalnya, bukan sekadar sup ayam biasa. Kuahnya yang jernih—dibuat dari kaldu ayam dan rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga—dapat dimurnikan menjadi konsomé yang jernih dan elegan.
Salah satu hidangan yang paling kaya makna adalah Ketupat Kandangan. Lebih dari sekadar sajian, ia mengandung nilai ritual dan identitas masyarakat Banjar.
Baca juga: Amparan Tatak, Wadai Bahari nang Jadi Kabanggaan Urang-Urang Banjar!
Dalam format fine dining, ketupat dapat didekonstruksi menjadi compressed rice atau keripik beras, sementara kuah santan kuningnya diolah menjadi emulsifikasi atau gel yang modern.
Yang tak kalah menarik adalah penggunaan bahan fermentasi khas seperti mandai (kulit cempedak yang difermentasi) dan pakasam. Keduanya menyumbang rasa umami dan kompleks yang sangat dibutuhkan dalam sajian gourmet. Mandai, misalnya, dapat diolah menjadi reduksi, aioli, atau bahkan elemen dalam dessert seperti meringue.
Untuk menyusun menu degustasi yang memikat, chef dapat merancang perjalanan rasa mulai dari amuse-bouche berbasis bingka (kue kelapa), melalui hidangan pembuka seperti tuna Kandangan gel, hingga hidangan utama seperti ikan patin sous-vide dengan emulsifikasi santan kunyit. Setiap course tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga bercerita tentang asal-usul bahan dan tradisi Banjar.
Baca juga: Bingka Banjar: Kue Legit dengan 10 Varian Rasa, dari Tradisional hingga Modern
Strategi pemasaran yang mengedepankan storytelling—melalui penjelasan singkat di menu atau interaksi dengan staf—akan memperkaya pengalaman tamu. Sumber bahan lokal yang berkelanjutan, seperti ikan patin dari koperasi nelayan dan mandai dari produsen rumahan, juga menjadi nilai tambah yang mengangkat citra restoran.
Dengan pendekatan yang kreatif dan penuh penghormatan pada warisan budaya, masakan Banjar siap memancarkan pesonanya di dunia fine dining—menjembatani yang tradisional dan yang modern, yang lokal dan yang global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: UIN Antasari, The Jakarta Post, Journal Of Ethnic Foods