Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi, salah satunya terpancar melalui keindahan wastra nusantara. Di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tanah Bumbu, terdapat sebuah warisan leluhur yang hingga kini terus memikat hati para pencinta fesyen etnik, yaitu kain tenun Pagatan. Kain ini bukan sekadar lembaran benang yang saling bertautan, melainkan cerminan identitas, sejarah, dan kerja keras para perajin lokal yang terus berjuang menjaga eksistensinya di tengah gempuran modernisasi.
Di tengah upaya pelestarian ini, hadir T-CHiC sebagai salah satu penggerak utama yang berdedikasi tinggi dalam menghidupkan kembali geliat tenun Pagatan. T-CHiC menjadi wadah kreatif sekaligus pusat pelestarian yang memastikan bahwa seni menenun tradisional ini tidak punah ditelan waktu. Bagi Anda yang ingin melihat langsung proses pembuatan atau berburu kain tenun Pagatan yang autentik dan berkualitas tinggi, Anda dapat mengunjungi workshop mereka yang beralamat lengkap di Jl. H.M. Amin No. 55, RT 03, Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu.
Eksistensi T-CHiC di Desa Manurung ini membawa angin segar bagi perekonomian dan geliat budaya lokal. Tenun Pagatan sendiri memiliki keunikan yang sangat spesifik, baik dari segi motif maupun teknik pembuatannya. Secara tradisional, kain ini ditenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dengan motif-motif khas yang terinspirasi dari alam, kehidupan maritim, serta nilai-nilai filosofis masyarakat Bugis Pagatan. Beberapa motif yang sangat populer di antaranya adalah motif pucuk rebung, tumpal, serta tenun ikat yang memerlukan ketelitian luar biasa dalam proses pembuatannya.
Melalui langkah kreatifnya, T-CHiC berhasil menjembatani nilai tradisional tenun Pagatan agar tetap relevan dengan selera pasar modern. Kain tenun yang dahulu hanya digunakan untuk acara-acara adat, kini disulap menjadi berbagai produk fesyen siap pakai yang modis, mulai dari kemeja formal, gaun pesta, pakaian kasual, hingga berbagai aksesori menarik seperti tas dan dompet. Inovasi ini membuat generasi muda kembali bangga mengenakan wastra khas daerah mereka.
Lebih dari sekadar tempat produksi, T-CHiC di Kusan Tengah ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran mereka membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi para perempuan dan pemuda desa untuk belajar keahlian menenun. Dengan regenerasi perajin yang berjalan baik, masa depan tenun Pagatan sebagai warisan budaya takbenda dapat terus terjaga dengan kokoh.
Menjelajahi geliat tenun Pagatan bersama T-CHiC memberikan kita kesadaran berharga bahwa merawat tradisi memerlukan komitmen yang berkelanjutan. Dukungan dari masyarakat dengan cara membeli produk lokal yang asli sangat berarti bagi keberlangsungan hidup para perajin. Jika Anda sedang berada di Tanah Bumbu, pastikan untuk menyempatkan diri singgah ke galeri T-CHiC di Desa Manurung untuk merasakan langsung kehangatan budaya dan pesona magis dari setiap helai benang kain tenun Pagatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://smart.kalselprov.go.id/