Ilustrasi Pegunungan Meratus (Dok. AI)
KALSEL – Pegunungan Meratus tidak hanya sekadar hamparan hijau di Kalimantan Selatan, melainkan sebuah laboratorium geologi berjalan yang menyimpan catatan jutaan tahun proses tektonik. Bentuknya yang melengkung secara alami mengundang pertanyaan tentang asal-usul dan proses pembentukannya.
Pegunungan Meratus merupakan situs ofiolit tertua di Indonesia - kumpulan batuan dasar samudera yang terangkat ke permukaan . Batuan penyusunnya terdiri dari batuan ultramafik, malihan, melange, dan terobosan (seri Ofiolit) yang diperkirakan berumur Yura (150-200 juta tahun yang lalu) sampai Kapur Awal/Bawah (100-150 juta tahun yang lalu) .
Proses pembentukannya merupakan contoh menarik suture Mesotethys - hasil benturan antara mikrokontinen Schwaner dan Paternoster pada Early Cretaceous . Yang unik, ofiolit Meratus tidak terangkat oleh kompresi langsung di tepi lempeng konvergen, melainkan melalui mekanisme yang lebih langka.
Baca juga: Pegunungan Meratus: Harta Karun yang Diperebutkan antara Tambang dan Konservasi
Menurut penelitian Satyana (2003-2012), ofiolit Meratus merupakan detached oceanic crust (slab) yang lepas dari akarnya di depan mikrokontinen Paternoster saat terjadi proses akresi akibat benturan dengan mikrokontinen Schwaner pada Kapur Awal .
Yang menarik, pengangkatan pegunungan ini justru terjadi jauh kemudian pada Miosen Akhir, efektif membatasi Cekungan Barito di sebelah baratnya pada Plio-Pleistosen . Proses ini terjadi melalui mekanisme ekshumasi tektonik gayaberat - terangkatnya kembali suatu massa yang pernah tenggelam akibat perbedaan densitas material kerak benua dan kerak samudera .
Bentuk melengkung (arc) Pegunungan Meratus yang membentang sepanjang ±600 km dari arah barat daya-timur laut merupakan cerminan dari pola struktur tektonik regional yang berkembang di Pulau Kalimantan berarah Timurlaut-Baratdaya . Pola ini tidak hanya terjadi pada struktur-struktur sesar tetapi juga pada arah sumbu lipatan, menciptakan bentuk lengkung alami yang mengikuti pola tektonik kuno.
Baca juga: Pegunungan Meratus: Air yang Menghidupi Banyak Sungai di Kalimantan Selatan
Proses pembentukan Kalimantan Selatan dan Pegunungan Meratus terbagi dalam 8 periode geologi yang mencakup rentang waktu yang sangat panjang :
Kini, Pegunungan Meratus tidak hanya penting secara geologi tetapi juga ekologis dan budaya. Sebagai bagian dari Geopark Meratus yang ditetapkan sebagai geopark nasional pada 2018 , kawasan ini menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati yang khas, termasuk spesies endemik seperti sikatan kadayang dan kacamata meratus , serta masyarakat Dayak Meratus yang menjaga kearifan lokal.
Baca juga: Sungai, Permata, dan Komunalitas: Menelusuri Jejak Gaya Hidup Masyarakat Kalimantan Selatan
Meratus berdiri sebagai bukti nyata dinamika Bumi yang tak pernah berhenti, mengajak kita untuk memahami betapa rumit dan indahnya proses geologi yang membentuk wajah Nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Geopark Meratus, Kompas, Geologi Indonesia