Peta Indonesia bahari (Pinterest/keajaibandunia.web.id)
Dalam perut bumi Kalimantan tersembunyi sebuah harta karun geologis yang mengubah pemahaman kita tentang sejarah planet ini. Para peneliti dari Utrecht University, Belanda, berhasil mengidentifikasi sisa-sisa lempeng tektonik purba "Pontus" yang hilang sekitar 20 juta tahun lalu. Lempeng raksasa ini dulunya membentang seluas seperempat Samudra Pasifik sebelum akhirnya tersubduksi ke dalam mantel bumi .
Penemuan ini dipimpin oleh Suzanna van de Lagemaat, yang awalnya meneliti batuan kuno di Kalimantan bagian utara. Analisis magnetik pada batuan berusia 135 juta tahun mengungkapkan anomali yang tidak sesuai dengan lempeng-lempeng yang sudah dikenal. Melalui pemodelan komputer yang merekonstruksi pergerakan tektonik 160 juta tahun terakhir, terungkap bahwa batuan ini adalah fragmen dari lempeng Pontus yang hilang .
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Pegunungan Meratus menyimpan bukti geologis yang tak kalah penting. Kawasan ini terdiri dari batuan ofiolit, malihan, dan mélange yang terbentuk lebih dari 180 juta tahun lalu akibat proses subduksi dan tabrakan lempeng. Batuan langka seperti sekis hijau di Sungai Kembang dan plagiogranit di Tanah Bumbu menjadi bukti sejarah kompleks yang membentuk wilayah ini .
Baca juga: Rahasia di Balik Bumi Kalimantan: Mengapa Pulau Ini Begitu Kaya Sumber Daya Alam?
Penemuan Pontus dan studi batuan Meratus memberikan wawasan baru tentang evolusi tektonik Asia Tenggara. Rekonstruksi ini membantu ilmuwan memahami bagaimana zona subduksi kuno membentuk paleogeografi dan memengaruhi iklim bumi selama jutaan tahun . Selain itu, pemahaman ini dapat mendukung eksplorasi sumber daya mineral dan hidrokarbon di wilayah tersebut .
Namun, klaim media bahwa Kalimantan menyimpan "lempeng tertua di dunia" perlu diluruskan. Batuan di Meratus memang tua (Jura-Kretaseus), tetapi bukan yang tertua secara global. Kerak bumi tertua justru ditemukan di kraton seperti Kanada atau Australia yang berusia lebih dari 2,5 miliar tahun.
Studi ini masih menghadapi keterbatasan, terutama dalam hal data geofisika resolusi tinggi untuk memetakan kerak bawah permukaan di dataran Kalimantan Selatan. Penelitian lanjutan dengan survei seismik mendalam diperlukan untuk mengonfirmasi keberadaan fragmen lempeng yang tertutup sedimen .
Baca juga: Rahasia di Balik Bumi Kalimantan: Mengapa Pulau Ini Begitu Kaya Sumber Daya Alam?
Penemuan lempeng Pontus dan keunikan batuan Meratus mengingatkan kita bahwa bumi masih menyimpan banyak misteri. Sementara media mungkin terlalu bersemangat menyederhanakan temuan ini, para ilmuwan terus bekerja keras untuk membongkar puzzle geologis yang suatu hari bisa mengungkap lebih banyak rahasia planet kita .
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ScienceDirect, Studi Elsevier, Utrecht University