Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 19:59 WIB

Mengungkap Pesona Arsitektur Kalsel: Dari Rumah Bubungan Tinggi hingga Adaptasi Modern yang Memukau

Mengungkap Pesona Arsitektur Kalsel: Dari Rumah Bubungan Tinggi hingga Adaptasi Modern yang MemukauRumah Adat Banjar, Bubungan Tinggi (Pinterest/arinuno)

KALSEL - Kalimantan Selatan tidak hanya kaya akan budaya dan alam, tetapi juga menyimpan khazanah arsitektur yang memadukan fungsi, simbolisme, dan adaptasi iklim secara harmonis. Di sini, rumah tidak sekadar tempat tinggal, melainkan cerminan identitas dan respons cerdas terhadap lingkungan—khususnya sungai dan banjir.  

Arsitektur tradisional Banjar, seperti Rumah Bubungan Tinggi, menjadi ikon dengan atapnya yang menjulang tinggi dan curam. Desain ini bukan hanya dramatis secara visual, tetapi juga fungsional: mempercepat aliran air hujan dan mendorong sirkulasi udara alami. Rumah panggungnya menghadapi banjir dengan elegan, sementara ukiran kayu yang detail menceritakan kekayaan simbolik masyarakat Banjar.  

Tak kalah menarik, Rumah Lanting—rumah terapung atau berpanggung tinggi di atas sungai—menawarkan gaya hidup yang intim dengan air. Akses langsung ke sungai, teras yang menghadap aliran air, dan dermaga kecil menjadi ciri khasnya. Hidup di atas air bukanlah keterbatasan, melainkan inspirasi desain yang unik.  

Baca juga: Menelusuri Khazanah Budaya Khas Kalimantan Selatan: Dari Pasar Terapung hingga Rumah Bubungan Tinggi

Namun, arsitektur Kalsel tidak berhenti pada tradisi. Kini, hadir interpretasi modern yang memadukan elemen tradisional dengan kebutuhan kontemporer. Rumah-rumah elevated dengan pondasi beton, bukaan lebar untuk ventilasi silang, serta penggunaan material lokal seperti kayu ulin (sebagai aksen) menjadi tren. Desain riverfront modern misalnya, mempertahankan teras sungai dan dermaga, namun dengan pendekatan material yang lebih tahan lama dan estetika minimalis.  

Beberapa arsitek lokal seperti Emporio Architect dan Moraya Architect aktif mengeksplorasi hybrid heritage—menggabungkan bentuk atap bubungan tinggi dengan fasad perforated atau kisi-kisi yang berfungsi sebagai shading alami. Hasilnya adalah rumah yang tetap adem tanpa bergantung pada AC, sekaligus memiliki visual yang timeless.  

Tantangan teknis seperti banjir, kelembapan tinggi, dan keterbatasan material kayu keras dijawab dengan inovasi: pondasi elevated, material komposit tahan air, serta sistem ventilasi pasif. Untuk yang tinggal di daerah rawan banjir, opsi rumah lanting modern dengan teknologi ponton juga semakin diminati.  

Baca juga: Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi: Simbol Budaya yang Sarat Makna

Bagi yang ingin menggali lebih dalam, sejumlah sumber dapat dijadikan referensi andal. Wikipedia memberikan ringkasan komprehensif tentang tipologi rumah tradisional Banjar. BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) menawarkan analisis mendalam tentang struktur dan makna budaya. Sementara itu, Meratus Geopark memperlihatkan contoh nyata restorasi rumah tradisional yang dikelola sebagai bagian dari wisata budaya.  

Dari tradisi hingga modernitas, arsitektur Kalsel mengajarkan satu hal: desain yang baik lahir dari dialog antara manusia, budaya, dan alam.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BRIN, Wikipedia, Geopark Meratus

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengungkap Pesona Arsitektur Kalsel: Dari Rumah Bubungan Tinggi hingga Adaptasi Modern yang Memukau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!