Dedikasi Tanpa Batas: Menjamin Kenyamanan Jamaah Haji Prioritas di Embarkasi Banjarmasin
Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 terus menunjukkan peningkatan kualitas, terutama dalam hal pelayanan terhadap jamaah kategori prioritas. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa jamaah lansia, uzur, dan disabilitas mendapatkan pendampingan terbaik sesuai standar operasional yang berlaku.
Untuk memastikan hal tersebut bukan sekadar laporan di atas kertas, Dr. H. Eddy Khairani turun langsung ke lapangan guna memantau alur pelayanan secara menyeluruh. Pemantauan ini dimulai dari kesiapan di asrama haji hingga proses teknis di bandara, guna menjamin setiap tahap berjalan tanpa kendala berarti.
Apresiasi untuk Petugas Layanan Khusus
Dalam peninjauannya, Eddy menyampaikan apresiasi yang mendalam bagi tim layanan khusus. Petugas di lapangan dinilai telah memberikan dedikasi luar biasa, bahkan sering kali harus mengorbankan waktu istirahat demi memberikan pendampingan personal bagi jamaah yang membutuhkan perhatian lebih.
Pendampingan ini mencakup bantuan fisik saat berpindah lokasi hingga dukungan psikologis agar jamaah merasa tenang. Menurut Eddy, apa yang dilakukan para petugas bukan sekadar menjalankan tugas teknis, melainkan wujud tanggung jawab moral dalam melayani tamu Allah.
Alur Pendorongan yang Terstruktur dan Tertib
Salah satu fokus utama dalam pemantauan ini adalah sistem pendorongan jamaah. Kemenhaj Kalsel telah menata jadwal keberangkatan, antrean naik bus, hingga proses boarding ke dalam pesawat dengan sangat teliti. Pengaturan waktu yang presisi sangat krusial agar jamaah lansia tidak merasa terburu-buru yang dapat memicu kelelahan fisik sebelum menempuh perjalanan panjang.
"Penataan waktu pendorongan hingga proses masuk ke pesawat sudah berjalan tertib. Kenyamanan jamaah adalah prioritas utama kami agar mereka tetap bugar setibanya di tanah suci," ungkap Eddy saat memantau keberangkatan jamaah pada Kamis (30/05/26).
Pendekatan Humanis dan Empati
Lebih dari sekadar aspek teknis transportasi, Eddy mengingatkan seluruh jajarannya untuk selalu menggunakan pendekatan yang humanis. Jamaah lansia dan disabilitas memerlukan sentuhan kemanusiaan dan empati yang tinggi. Koordinasi lintas sektor—mulai dari tim transportasi, layanan khusus, hingga tim kesehatan—menjadi kunci utama solidnya pelayanan di Embarkasi Banjarmasin.
Evaluasi langsung di lapangan melalui dialog dengan jamaah menunjukkan hasil yang positif. Banyak jamaah merasa terbantu dan merasa tenang karena merasa selalu didampingi oleh petugas yang sigap.
Update Keberangkatan Kloter BDJ 05
Kegiatan monitoring ini dilaksanakan bersamaan dengan keberangkatan Kloter BDJ 05 yang membawa jamaah asal Kota Palangkaraya, Kotawaringin Barat, dan Murung Raya, Kalimantan Tengah. Sebanyak 360 jamaah diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8105.
Pesawat lepas landas dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin pada pukul 19.41 WITA menuju Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. Dengan keberangkatan Kloter 05 ini, total jamaah haji yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin mencapai angka 1.797 orang.
Pemerintah berharap standar layanan yang sudah berjalan baik ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada kloter-kloter selanjutnya. Pelayanan yang optimal adalah bagian dari ikhtiar bersama demi mewujudkan pengalaman ibadah yang mabrur bagi seluruh jamaah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/