Perjalanan Spiritual Dimulai: Kloter BDJ 01 Banjarmasin Bergerak dari Madinah ke Mekkah
Momentum yang dinanti-nantikan oleh jamaah haji Indonesia akhirnya tiba. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih delapan hari untuk melaksanakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi, Madinah, jamaah haji yang tergabung dalam Kloter BDJ 01 asal Kota Banjarmasin resmi diberangkatkan menuju Kota Suci Mekkah pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Pemberangkatan ini menandai fase baru dalam perjalanan ibadah haji mereka, di mana fokus utama beralih dari ziarah di Madinah menuju pelaksanaan Umrah Wajib sebagai bagian dari rangkaian Haji Tamattu’.
Mengambil Miqat di Bir Ali: Niat Suci Menuju Baitullah
Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pihak syarikah, rombongan yang terdiri dari 360 jamaah dan petugas ini bertolak tepat pukul 14.00 waktu setempat. Dalam perjalanan ini, titik krusial yang dilewati adalah Bir Ali (Dzulhulaifah). Di sinilah seluruh jamaah berhenti sejenak untuk mengambil miqat, mengenakan pakaian ihram bagi laki-laki, dan melafalkan niat umrah.
Pembimbing Ibadah (TPIHI) Kloter BDJ 01, H. Hijajzi, menyampaikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat walafiat. Kesiapan fisik dan mental menjadi kunci utama, mengingat perjalanan bus dari Madinah ke Mekkah memakan waktu yang cukup panjang sebelum nantinya mereka tiba di akomodasi yang telah disiapkan.
Fokus pada Stamina: Menghadapi Fase Padat di Mekkah
Setibanya di Mekkah, Kloter BDJ 01 dijadwalkan menempati Hotel Al Hidayah yang berlokasi di Sektor 10. Namun, tugas para jamaah belum selesai. Setelah meletakkan barang bawaan, mereka akan segera melaksanakan tawaf dan sa'i sebagai bagian dari Umrah Wajib.
H. Hijajzi memberikan penekanan khusus pada pengelolaan energi. Beliau mengingatkan agar jamaah tidak terlalu memaksakan diri dalam mengejar ibadah sunnah yang menguras fisik secara berlebihan sebelum hari-H puncak haji.
“Fokus utama kita adalah umrah wajib dan persiapan menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Stamina prima adalah modal utama agar prosesi wukuf nanti berjalan lancar,” tegas H. Hijajzi.
Kedisiplinan dan Kebersamaan: Kunci Kelancaran Ibadah
Salah satu hal yang patut diapresiasi dari Kloter BDJ 01 adalah tingkat kedisiplinan yang tinggi selama berada di Madinah. Kebersamaan antar jamaah, mulai dari saling membantu rekan lansia hingga kepatuhan terhadap instruksi petugas, menjadi fondasi yang kuat. Sinergi antara petugas kloter dan jamaah sangat menentukan keberhasilan manajemen perjalanan, terutama saat berada di titik-titik keramaian seperti Masjidil Haram.
Petugas kloter sendiri telah bekerja maksimal memastikan seluruh aspek, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga bimbingan manasik di lapangan, berjalan sesuai rencana. Koordinasi antara ketua regu (Karu) dan ketua rombongan (Karom) diharapkan tetap solid hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
Menuju Puncak Haji: Persiapan Spiritual dan Mental
Ibadah haji bukan sekadar perpindahan fisik dari satu kota ke kota lain, melainkan sebuah transformasi spiritual. Oleh karena itu, selain menjaga asupan nutrisi dan istirahat yang cukup, jamaah diajak untuk terus memperbanyak dzikir dan menjaga kesabaran. Ujian kesabaran sering kali muncul dalam situasi kerumunan besar atau saat menunggu antrean transportasi.
Dengan keberangkatan ini, doa terbaik menyertai seluruh jamaah Kloter BDJ 01. Semoga perjalanan menuju Mekkah ini menjadi pembuka jalan bagi kemudahan-kemudahan berikutnya, hingga akhirnya seluruh jamaah dapat meraih predikat haji mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/