Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah menjadi momentum penuh khidmat bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Menjelang keberangkatan dan pelaksanaan prosesi di Tanah Suci, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Fahrurazi, memberikan perhatian khusus melalui pesan resmi yang disampaikan pada Senin, 27 April 2026. Fokus utama yang ditekankan adalah sinergi antara kesiapan fisik jemaah dan profesionalitas petugas dalam mengawal tamu Allah.
Pesan Hangat untuk Tamu Allah dari Bumi Lambung Mangkurat
Fahrurazi menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada seluruh jemaah asal Kalimantan Selatan yang telah terpilih untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Ucapan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan moral bagi para jemaah yang akan menempuh perjalanan spiritual jarak jauh. Beliau berharap setiap tahapan ibadah, mulai dari pemberangkatan, pelaksanaan di Makkah dan Madinah, hingga kembali ke tanah air, dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Doa dan harapan dipanjatkan agar seluruh jemaah diberikan ketabahan dan kekuatan. Mengingat suhu udara dan kepadatan di Tanah Suci yang sering kali menantang, dukungan spiritual seperti ini menjadi fondasi penting bagi mentalitas jemaah haji.
Vitalitas Fisik sebagai Kunci Ibadah Optimal
Satu poin krusial yang digarisbawahi oleh Fahrurazi adalah pentingnya menjaga kondisi fisik. Ibadah haji merupakan physical worship atau ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan jasmani. Tanpa kondisi tubuh yang bugar, rangkaian ibadah seperti tawaf, sai, hingga wukuf di Arafah akan terasa sangat berat untuk dilaksanakan secara sempurna.
Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk tidak mengabaikan asupan nutrisi, pola istirahat, dan kecukupan hidrasi selama di Arab Saudi. Fahrurazi secara spesifik meminta para jemaah untuk selalu kooperatif dan mematuhi anjuran dari petugas kesehatan haji. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan yang bisa menghambat kekhusyukan ibadah.
Komitmen Pelayanan Petugas Haji yang Humanis
Tidak hanya menyapa jemaah, Karo Kesra Kalsel juga memberikan arahan tegas kepada para petugas haji daerah. Amanah sebagai petugas bukan sekadar tugas administratif, melainkan pengabdian yang membutuhkan keikhlasan tinggi. Petugas diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu kesulitan jemaah, terutama bagi mereka yang lanjut usia atau membutuhkan perhatian khusus.
Sesuai dengan visi pelayanan pemerintah provinsi, Fahrurazi mengajak seluruh pihak untuk menerapkan prinsip "HEBAT". Prinsip ini merupakan akronim dari pelayanan yang Humanis, Empati, Bersahaja, Amanah, dan Tanggap. Dengan semangat melayani secara humanis, petugas diharapkan mampu menyentuh sisi emosional jemaah sehingga rasa aman dan nyaman selalu menyelimuti mereka selama berada di perantauan.
Sinergi antara kedisiplinan jemaah dalam menjaga diri dan kesigapan petugas dalam melayani menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan haji Kalimantan Selatan tahun 1447 H. Melalui kerja sama yang solid, diharapkan predikat haji mabrur dapat diraih oleh seluruh jemaah dengan kondisi kesehatan yang tetap terjaga hingga kembali ke pelukan keluarga di Banua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel