Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 03 MEI 2026 • 14:06 WIB

Kisah Inspiratif Nenek Penjual Jamu di Kalsel: Menabung 12 Tahun Demi Naik Haji di Usia 76 Tahun

Kisah Inspiratif Nenek Penjual Jamu di Kalsel: Menabung 12 Tahun Demi Naik Haji di Usia 76 TahunKisah Inspiratif Nenek Penjual Jamu di Kalsel: Menabung 12 Tahun Demi Naik Haji di Usia 76 Tahun (https://kalsel.haji.go.id/)

Langkah Kecil Menuju Tanah Suci: Kisah Nenek Penjual Jamu Keliling asal Kalsel
Perjalanan menuju Tanah Suci seringkali dianggap sebagai impian yang hanya bisa digapai oleh mereka yang memiliki kemapanan finansial berlebih. Namun, kisah Nenek ST Aminah (76) dari Kalimantan Selatan (Kalsel) mematahkan stigma tersebut. Baginya, panggilan Allah SWT bukan hanya soal angka di rekening, melainkan tentang keteguhan niat yang dipupuk lewat tetesan keringat setiap hari.

Nenek Aminah adalah seorang penjual jamu tradisional yang telah melakoni profesinya selama puluhan tahun. Di saat fisik seusianya mulai melemah, ia justru tetap tegar mengayuh sepeda sejauh 7 kilometer setiap hari, menyusuri desa demi desa di wilayah Kalsel untuk menjajakan racikan jamu segarnya.

Menabung dengan Disiplin dan Doa
Keberangkatan Nenek Aminah ke Baitullah bukanlah sebuah keberuntungan instan. Ini adalah buah dari kesabaran selama belasan tahun. Ia mulai mendaftarkan diri untuk naik haji pada tahun 2012. Dari hasil jualan jamu yang tak seberapa, ia dengan disiplin menyisihkan sebagian kecil penghasilannya ke dalam tabungan haji.

“Alhamdulillah, saya tidak pernah menyangka bisa sampai ke titik ini. Dari jualan jamu yang hasilnya tidak seberapa, saya hanya menyisihkan sedikit demi sedikit. Yang penting niatnya lurus dan tidak putus berdoa,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui sebelum keberangkatan.

Fisik Prima Berkat Rutinitas Mengayuh Sepeda
Menariknya, rutinitas berjualan jamu keliling dengan sepeda justru menjadi rahasia kesehatan Nenek Aminah. Tim kesehatan yang memeriksanya menyatakan bahwa kondisi fisiknya berada dalam kategori sangat baik. Tekanan darah, kadar gula, hingga hemoglobinnya stabil—sebuah kondisi yang luar biasa untuk lansia berusia 76 tahun.

Aktivitas fisik harian menyusuri jalanan desa di Kalsel seolah menjadi "latihan fisik" alami yang mempersiapkannya untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang menguras tenaga. Bagi Nenek Aminah, setiap kayuhan sepeda bukan hanya untuk mencari nafkah, tapi juga langkah nyata mendekat ke Kakbah.

Ujian Kesabaran dan Dukungan Keluarga
Masa penantian Nenek Aminah tidaklah mulus. Selama 12 tahun menunggu antrean keberangkatan, ia harus kehilangan suami tercinta yang wafat pada tahun 2021. Duka tersebut tidak lantas mematahkan semangatnya. Dengan dukungan dari 10 anaknya—yang beberapa di antaranya sukses menjadi ASN dan tenaga kesehatan—ia terus memantapkan langkahnya.

Sebagai seorang ibu yang melahirkan 16 anak (enam di antaranya telah meninggal dunia), Nenek Aminah telah membuktikan bahwa perjuangannya dalam mendidik keluarga berjalan beriringan dengan ketaatannya kepada Sang Pencipta.

Pesan Istiqamah dari Bumi Lambung Mangkurat
Kisah Nenek Aminah memberikan pelajaran berharga tentang konsep Istiqamah. Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, ia mengingatkan kita bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membuahkan hasil yang besar.

“Pesan saya, jangan pernah merasa tidak mampu. Kalau punya niat baik, mulai saja dulu. Sedikit-sedikit lama-lama jadi, yang penting istiqamah,” pesannya kepada generasi muda dan masyarakat di Kalsel.

Perjalanan Nenek ST Aminah adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang jika Allah sudah memanggil hambanya. Keikhlasan dan kerja keras adalah kunci utama untuk mengetuk pintu langit. Kini, penjual jamu itu siap bersujud di depan Kakbah, membawa doa dan syukur atas perjalanan panjang yang telah ia lalui.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Inspiratif Nenek Penjual Jamu di Kalsel: Menabung 12 Tahun Demi Naik Haji di Usia 76 Tahun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!