Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 JUNI 2026 • 05:16 WIB

Menolak Punah! Misi Sakral Taman Budaya Hidupkan Kembali Magis Topeng Banjar Lewat Jalur Sekolah

Menolak Punah! Misi Sakral Taman Budaya Hidupkan Kembali Magis Topeng Banjar Lewat Jalur SekolahMenolak Punah! Misi Sakral Taman Budaya Hidupkan Kembali Magis Topeng Banjar Lewat Jalur Sekolah (mckalsel)

Warisan leluhur bukan sekadar pajangan masa lalu yang berdebu di etalase museum. Ia adalah identitas, detak jantung, dan cerminan kearifan lokal suatu bangsa yang harus terus berdenyut. Menyadari pentingnya hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan, di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, bergerak cepat mengambil langkah nyata. Pada tanggal 19 hingga 20 Juni 2026, mereka resmi menggelar kegiatan Revitalisasi Seni Topeng Banjar.

Langkah progresif ini diambil sebagai upaya masif dalam melestarikan, mengembangkan, sekaligus memanfaatkan kembali warisan budaya daerah. Seni Topeng Banjar, yang dikenal kaya akan nilai historis dan muatan filosofis yang mendalam, kini coba dihadirkan kembali di tengah-tengah masyarakat modern agar tidak tergerus oleh derasnya arus zaman.

Antusiasme Tinggi di Kota Seribu Sungai
Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Kota Banjarmasin ini ternyata memantik perhatian luar biasa. Gelaran budaya ini mendapat sambutan yang sangat hangat, tidak hanya dari kalangan para seniman dan pencinta budaya senior, tetapi juga dari masyarakat luas.

Tingginya antusiasme peserta terlihat jelas dari membludaknya jumlah pengunjung yang memadati lokasi acara sejak hari pertama. Fenomena ini menjadi angin segar sekaligus bukti sahih bahwa masyarakat Kalimantan Selatan sebenarnya masih menyimpan kerinduan yang mendalam terhadap kesenian tradisional mereka sendiri.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi, menegaskan bahwa Seni Topeng Banjar memiliki kedudukan yang sangat penting. Kesenian ini bukan sekadar tontonan visual atau pertunjukan hiburan pengisi waktu luang. Lebih dari itu, Seni Topeng Banjar adalah bagian dari fondasi identitas budaya masyarakat Banjar yang sarat akan nilai-nilai luhur dan memiliki fungsi edukatif yang kuat bagi generasi penerus.

Menjaga Kesakralan di Tengah Modernisasi
Tantangan terbesar dalam merawat kesenian kuno adalah bagaimana membuatnya tetap menarik tanpa merusak esensinya. Rizal Pahmi menjelaskan bahwa proses revitalisasi ini sengaja dilakukan sebagai bentuk pembaruan agar Seni Topeng Banjar tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman yang terus berubah.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan keasliannya. Proses pengembangan dan modifikasi pertunjukan ini dipastikan akan tetap memegang teguh pakem serta nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu.

“Tujuan revitalisasi Seni Topeng Banjar ini adalah melakukan pembaruan tanpa menghilangkan pakem warisan terdahulu. Topeng Banjar memiliki nilai sakral sekaligus nilai seni pertunjukan. Kami berharap kesenian ini terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat, namun nilai-nilai sakral yang menjadi bagian penting dari tradisi tetap terjaga dengan baik,” tutur Rizal saat ditemui di Banjarmasin.

Menembus Kurikulum Sekolah demi Regenerasi
UPTD Taman Budaya Kalsel tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremoni dua hari yang kemudian terlupakan. Sebagai langkah konkret pasca-acara, mereka telah menyusun rencana strategis untuk menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan. Target utamanya sangat jelas: mendorong pengenalan Seni Topeng Banjar agar masuk ke dalam kurikulum Muatan Lokal (Mulok) di institusi pendidikan formal.

Langkah politis dan edukatif ini diharapkan mampu menjadi jembatan utama untuk proses regenerasi pelaku seni. Dengan memperkenalkan warisan budaya Banjar sejak usia dini di bangku sekolah, generasi muda tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mampu memahami, mencintai, dan pada akhirnya ikut menjaga keberadaan Seni Topeng Banjar agar tetap lestari melintasi zaman.

“Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mudah-mudahan mendapat respons yang baik sehingga Seni Topeng Banjar dapat masuk dalam kurikulum muatan lokal. Dengan demikian, anak-anak di lingkungan pendidikan dapat mengenal dan memahami warisan budaya Banjar ini,” pungkas Rizal optimis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Menolak Punah! Misi Sakral Taman Budaya Hidupkan Kembali Magis Topeng Banjar Lewat Jalur Sekolah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!