Suasana penuh suka cita dan tangis bahagia menyelimuti kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 12 asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Namun, di tengah gemuruh kebahagiaan para jamaah yang berhasil kembali ke tanah air, sebuah awan duka yang mendalam menggelayuti keluarga almarhum H. Agus bin Zainal Arifin (49).
Jamaah haji teladan asal Kelurahan Kandangan Kota ini mengembuskan napas terakhirnya sesaat setelah tiba di Asrama Haji Debarkasi Banjarmasin. Kepergiannya meninggalkan duka sekaligus cerita inspiratif tentang sebuah perjuangan spiritual yang paripurna.
Kronologi Wafatnya Almarhum di Asrama Haji Banjarmasin
Almarhum H. Agus yang tergabung dalam Kloter BDJ 12 sebelumnya telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan lancar. Rombongan mendarat dalam keadaan selamat di Indonesia pada Minggu (21/6/2026) dini hari pukul 03.52 WITA.
Namun, takdir berkata lain. Setibanya di Asrama Haji Debarkasi Banjarmasin, kondisi kesehatan H. Agus mendadak menurun secara drastis. Petugas kesehatan dari Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Banjarmasin bergerak cepat memberikan penanganan awal dan langsung merujuk almarhum ke RSUD Idaman Banjarbaru untuk perawatan intensif.
Meski tim medis telah mengupayakan usaha terbaik, H. Agus dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama pukul 07.02 WITA. Beliau berpulang tepat setelah menginjakkan kaki kembali di bumi lambung mangkurat, setelah menyempurnakan rukun Islam kelima.
Penghormatan Terakhir dan Jaminan Hak Asuransi Jemaah
Sebagai bentuk penghormatan dan rasa empati yang mendalam, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Haji Banjarmasin, Dr. H. Eddy Khairani, melakukan takziah ke rumah duka di Kelurahan Kandangan Kota pada Senin (22/6/2026). Kedatangan rombongan disambut hangat oleh istri, anak-anak, serta keluarga besar almarhum.
"Atas nama keluarga besar Kanwil Kemenhaj Kalsel dan PPIH Debarkasi Banjarmasin, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan menganugerahkan predikat haji mabrur," ujar Eddy Khairani.
Eddy juga menegaskan bahwa PPIH akan mendampingi penuh proses administrasi ahli waris. Sebagai jamaah reguler yang wafat dalam masa operasional haji, almarhum tetap memperoleh hak asuransi kematian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sosok Inspiratif dengan Keterbatasan Penglihatan
Di mata keluarga, H. Agus adalah sosok yang luar biasa. Sang istri, Hj. Maulina, menceritakan bahwa suaminya adalah pribadi pekerja keras dan penuh semangat meski memiliki keterbatasan dalam penglihatan. Mereka berangkat berempat bersama kedua buah hati mereka dalam kondisi sehat dan penuh sukacita.
Semangat juang almarhum juga diakui oleh sang mertua. Almarhum dikenal sangat ramah dan memiliki daya ingat yang tajam, terutama saat menghafal bacaan-bacaan manasik haji selama persiapan keberangkatan.
Kepergian H. Agus memang meninggalkan kesedihan mendalam. Namun, wafat setelah merampungkan ibadah haji dan kembali ke tanah air diyakini sebagai sebuah akhir perjalanan yang indah dan mulia (husnul khatimah). Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/