Taklukkan Ombak Bali: Dua Perenang Muda Kalsel Sabet Medali di A-Stream OWS 2026 (mckalsel)
Taklukkan Ombak Bali: Dua Perenang Muda Kalsel Sabet Medali di A-Stream OWS 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh talenta muda asal Kalimantan Selatan di panggung olahraga nasional. Dua perenang masa depan Banua sukses menaiki podium kehormatan dalam ajang bergengsi A-Stream Open Water Swimming (OWS) 2026 yang diselenggarakan di Pantai Jimbaran, Bali. Bertarung di nomor 500 meter, kedua atlet ini berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu ke tanah kelahiran.
Kilas Perjuangan Dasha dan Lenafika di Lintasan Laut
Medali pertama dipersembahkan oleh Dasha Sakinah Ayu yang turun di kelompok umur 17–19 tahun. Anggota Mudskipper Swimming Club ini tampil memukau dan penuh percaya diri di tengah deburan ombak Jimbaran. Dasha berhasil mengamankan posisi kedua sekaligus menyabet medali perak setelah mencatatkan waktu impresif, yaitu 7 menit 36,6 detik.
Kejutan manis juga datang dari perenang berbakat asal Kabupaten Tanah Laut, Lenafika Delvania Daisiria. Bertanding di kelompok umur yang lebih muda, yaitu 11–13 tahun, Lenafika menunjukkan kegigihan yang luar biasa. Ia berhasil menyentuh garis finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 7 menit 10,3 detik, sebuah pencapaian yang mengantarkannya pada medali perunggu.
Keberhasilan dua srikandi muda ini menjadi angin segar bagi dunia olahraga akuatik Kalimantan Selatan. Peta kekuatan renang perairan terbuka kini tidak lagi didominasi oleh pulau Jawa, melainkan mulai bergeser ke Kalimantan.
Menembus Keterbatasan Fasilitas Latihan
Kesuksesan yang diraih Dasha dan Lenafika terasa semakin istimewa jika melihat proses persiapan mereka. Pelatih renang Kalimantan Selatan, Djuhriannor, mengungkapkan rasa bangga sekaligus apresiasinya yang mendalam terhadap perjuangan para atlet. Menurutnya, hasil ini tergolong luar biasa mengingat porsi latihan yang dijalani tim terbilang belum maksimal.
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim pelatih dan atlet saat ini adalah minimnya fasilitas latihan di perairan terbuka (open water). Selama ini, sebagian besar program latihan intensif masih bertumpu pada kolam renang konvensional. Padahal, karakteristik perlombaan di laut atau danau menuntut adaptasi yang sangat berbeda, terutama dalam menghadapi arus air, angin, dan perubahan suhu alam.
Djuhriannor berharap ke depannya ada dukungan lebih agar para atlet bisa melakukan simulasi latihan langsung di laut atau danau secara rutin. Pengalaman bersentuhan langsung dengan alam dinilai menjadi kunci utama untuk mengasah mental dan intuisi bertanding para perenang.
Menatap Masa Depan Renang Perairan Terbuka Banua
Meski dihadapkan pada keterbatasan modal latihan, hasil di Bali menjadi bukti sahih bahwa potensi perenang Kalimantan Selatan tidak boleh dipandang sebelah mata. Bakat-bakat alam yang dimiliki oleh pemuda Banua terbukti mampu bersaing ketat di level nasional.
Ajang A-Stream OWS 2026 ini bukan sekadar ajang berburu medali, melainkan bagian dari proyeksi pembinaan jangka panjang. Pengalaman bertanding di iklim kompetisi yang ketat seperti di Bali akan menjadi modal berharga untuk mendewasakan performa atlet. Dengan regenerasi yang berjalan baik dan evaluasi taktik yang matang, Kalimantan Selatan optimis mampu melahirkan lebih banyak juara baru di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel