Suasana haru dan rasa syukur menyelimuti Bandara Internasional Syamsuddin Noor pada Minggu dini hari. Jadwal pemulangan jamaah haji kembali berjalan lancar dengan tibanya Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 12 asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 8412 yang membawa rombongan ini mendarat dengan selamat pada pukul 03.52 WITA. Kedatangan 359 jamaah beserta petugas langsung disambut hangat oleh Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin.
Setelah melewati proses kedatangan di bandara, seluruh jamaah yang dilaporkan dalam kondisi sehat langsung diarahkan menuju Asrama Haji Banjarmasin. Di sana, mereka menjalani serangkaian proses penerimaan resmi, pembagian paspor, serta penyelesaian administrasi kepulangan sebelum akhirnya diperbolehkan kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga tercinta.
Kabar Duka dari Tanah Suci
Namun, kegembiraan kepulangan ini juga berbalut rasa duka yang mendalam. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Haji Banjarmasin, Dr. H. Eddy Khairani, mengungkapkan bahwa formasi kloter ini mengalami perubahan. Saat keberangkatan menuju Tanah Suci, kloter ini berjumlah total 360 orang yang terdiri dari jamaah dan petugas.
Sayangnya, dalam perjalanan pelaksanaan ibadah haji, satu orang jamaah dilaporkan meninggal dunia karena sakit. Jamaah yang wafat tersebut atas nama H. Sulaiman Kurdi, berusia 63 tahun, yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada 17 Juni 2026 pukul 23.30 WAS setelah sempat menjalani perawatan intensif di German Hospital Madinah.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada delapan orang jamaah haji asal blok Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang wafat selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Keluarga besar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalsel pun menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, berharap amal ibadah para almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Statistik Kepulangan dan Jamaah yang Tersisa
Dengan mendaratnya Kloter BDJ 12, Dr. H. Eddy Khairani memaparkan bahwa total jamaah dan petugas Debarkasi Banjarmasin yang telah kembali ke Tanah Air kini telah mencapai 4.305 orang. Meski demikian, tugas PPIH belum usai karena masih ada tujuh kloter yang berada di Arab Saudi.
Rinciannya, enam kloter saat ini sudah berada di Kota Madinah untuk menjalani fase ibadah arbain. Sementara itu, satu kloter tersisa, yaitu Kloter BDJ 19, dijadwalkan akan segera diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Kota Madinah guna menyelesaikan fase akhir sebelum jadwal kepulangan mereka ke Indonesia.
Perjuangan Melawan Cuaca Ekstrem Madinah
Tantangan terbesar bagi para jamaah yang masih berada di Arab Saudi saat ini adalah kondisi cuaca. Kota Madinah dalam beberapa hari terakhir dilaporkan sedang didominasi oleh cuaca panas ekstrem yang sangat menyengat, dengan suhu udara pada siang hari kerap meroket di atas 40 derajat Celsius. Karakteristik udara yang panas dan kering ini menjadi ujian fisik tersendiri bagi stamina para jamaah.
Menyikapi hal ini, petugas kesehatan dan pembimbing ibadah terus bergerak aktif di lapangan. Jamaah haji asal Kalimantan Selatan yang masih berada di Madinah diimbau keras untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti:
Melalui upaya antisipasi yang ketat ini, PPIH melaporkan bahwa secara umum kondisi jamaah Kalimantan Selatan yang masih berada di Madinah dalam keadaan baik dan terpantau aman. Harapan besar digantungkan agar seluruh proses pemulangan kloter-kloter yang tersisa dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga semuanya tiba di tanah air dalam kondisi sehat walafiat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/