Info Prakiraan Cuaca Kalsel Periode 24–30 Juni 2026: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Memasuki akhir bulan Juni, dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Selatan menunjukkan adanya potensi perubahan cuaca yang cukup signifikan. Berdasarkan rilis data prakiraan cuaca terupdate untuk periode 24 hingga 30 Juni 2026, masyarakat di berbagai kabupaten dan kota diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat diprediksi masih akan melanda sebagian besar wilayah bumi Lambung Mangkurat dalam sepekan ke depan.
Prakiraan Cuaca Kalsel 24–30 Juni 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang" data-author="cuacakalsel" data-credit="cuacakalsel" data-source="cuacakalsel">Info Prakiraan Cuaca Kalsel 24–30 Juni 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang (cuacakalsel)
Secara umum, kondisi cuaca pada pagi hari di Kalimantan Selatan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, kondisi ini dapat berubah dengan cepat memasuki siang dan sore hari. Proses konveksi yang kuat akibat pemanasan matahari pada pagi hari memicu pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus secara intensif. Akibatnya, wilayah seperti Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala berpotensi mengalami hujan lokal yang cukup deras pada sore hari.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah Hulu Sungai, meliputi Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, hingga Tabalong, karakteristik cuaca pada periode ini juga menunjukkan tren yang serupa. Hujan petir dengan durasi singkat berpotensi terjadi, terutama pada waktu menjelang malam hari. Kondisi topografi wilayah Hulu Sungai yang dikelilingi perbukitan memperbesar peluang terjadinya hujan orografis, sehingga warga yang tinggal di sekitar lereng buatan atau bantaran sungai diharap selalu memantau debit air guna mengantisipasi luapan air yang mendadak.
Sementara itu, untuk wilayah pesisir timur dan tenggara Kalimantan Selatan, seperti Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu, selain potensi hujan lebat, kecepatan angin juga diperkirakan akan mengalami peningkatan. Embusan angin kencang ini tidak hanya berdampak pada aktivitas di daratan, seperti potensi pohon tumbang atau kerusakan fasilitas umum, tetapi juga berpengaruh langsung pada gelombang laut. Para nelayan, operator kapal feri, dan pelaku aktivitas maritim di perairan Selatan Kalimantan serta Selat Makassar diharapkan untuk selalu memperbarui informasi keselamatan pelayaran dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem di Kalsel pada akhir Juni 2026 ini, langkah mitigasi secara mandiri sangat disarankan. Pastikan saluran drainase di sekitar tempat tinggal bersih dari sumbatan sampah agar aliran air lancar saat hujan lebat tiba. Hindari berteduh di bawah pohon rindang, papan reklame, atau baliho besar ketika angin kencang mulai berembus demi menghindari pemukiman atau kendaraan dari reruntuhan. Selalu siapkan payung atau jas hujan bagi Anda yang sering bermobilitas di luar ruangan, serta berkendaralah dengan kecepatan aman karena jarak pandang akan berkurang drastis saat hujan deras melanda jalanan raya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cuacakalsel