Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 09:40 WIB

Candi Agung Amuntai: Jejak Hindu-Buddha di Kalimantan yang Menyimpan Misteri dan Spiritualitas

 Candi Agung Amuntai: Jejak Hindu-Buddha di Kalimantan yang Menyimpan Misteri dan SpiritualitasIlustrasi Kerajaan Negara Dipa bahari (Dok. Ilustrasi AI)

KALSEL - Candi Agung Amuntai, terletak di Desa Sungai Malang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, adalah salah satu peninggalan Hindu-Buddha tertua di Pulau Kalimantan. Dibangun pada abad ke-14 Masehi, candi ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Negara Dipa, cikal bakal Kesultanan Banjar. Meski ukurannya tidak sebesar candi di Jawa, situs ini menyimpan kekayaan sejarah, arsitektur unik, dan nilai spiritual yang masih hidup hingga kini.

Sejarah dan Penemuan Kembali  

Candi Agung diperkirakan dibangun oleh Empu Jatmika, pendiri Kerajaan Negara Dipa, yang berkuasa sezaman dengan Majapahit. Menurut Hikayat Banjar, candi ini terkait erat dengan legenda Lambung Mangkurat dan Putri Junjung Buih, tokoh sentral dalam mitologi Banjar.

Situs ini sempat terlupakan sebelum ditemukan kembali pada 1962 saat pembukaan lahan untuk perluasan kota. Penggalian arkeologi pada 1967 mengungkap struktur candi yang dibangun di atas tanah rawa yang diuruk, dengan material utama batu bata padat dan kayu ulin—bahan lokal khas Kalimantan .  

Arsitektur Unik dan Temuan Arkeologi

Baca juga: Menguak Misteri Kerajaan Negara Dipa, Inilah 5 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

erbeda dengan candi Jawa yang umumnya terbuat dari batu andesit, Candi Agung menggunakan batu bata merah berukuran besar dan kayu ulin yang tahan lama. Beberapa temuan penting di situs ini meliputi:  

1. Fragmen arca dan peralatan ritual – Menunjukkan fungsi candi sebagai pusat keagamaan.  

2. Tembikar beraksara Tionghoa – Bukti hubungan perdagangan dengan luar Nusantara.

3. Prasasti dan artefak berusia 200 SM – Mengindikasikan aktivitas manusia jauh sebelum candi dibangun.

Kompleks candi juga mencakup Telaga Darah (lokasi legenda pembunuhan dalam Hikayat Banjar) dan Pertapaan Pangeran Suryanata, yang masih digunakan untuk ritual spiritual.

Baca juga:  Menelusuri Jejak Kerajaan Banjar, Dari Nan Sarunai Hingga Warisan Budaya yang Abadi

 Meski telah ditetapkan sebagai cagar budaya, Candi Agung menghadapi ancaman kerusakan akibat banjir musiman dan pelapukan material. Pemkab HSU telah mengalokasikan dana pemugaran, termasuk rehabilitasi atap dan struktur kayu yang rapuh. 

Pengelolaan situs kini berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan fasilitas seperti museum mini berarsitektur rumah adat Banjar yang memamerkan temuan arkeologi.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Traveloka, Wikipedia, Kompas, Jejakrekam

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Candi Agung Amuntai: Jejak Hindu-Buddha di Kalimantan yang Menyimpan Misteri dan Spiritualitas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!