Kalimantan Selatan tidak hanya terkenal dengan wisata susur sungai dan pasar terapungnya yang ikonik. Bagi para pencinta petualangan dan wisata minat khusus, provinsi ini menyimpan permata geologi yang luar biasa, salah satunya adalah Goa Batu Hapu. Terletak di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, objek wisata alam ini menawarkan perpaduan sempurna antara petualangan, keindahan visual, dan nilai sejarah bumi yang tak ternilai.
Goa Batu Hapu merupakan kawasan gua karst yang terbentuk secara alami melalui proses pelarutan batuan kapur selama jutaan tahun. Begitu menapakkan kaki di area mulut gua, pengunjung akan langsung disambut oleh vegetasi hijau yang rimbun dan udara sejuk khas perbukitan karst. Masuk lebih dalam ke perut bumi, pemandangan magis langsung tersaji. Ornamen-ornamen gua seperti stalaktit yang menggantung di atap gua dan stalagmit yang tumbuh dari dasar gua tampak berkilauan saat terkena berkas cahaya.
Salah satu daya tarik utama yang paling diburu oleh para fotografer dan wisatawan di Goa Batu Hapu adalah fenomena ray of light atau sering disebut sebagai "cahaya surga". Pada waktu-waktu tertentu, biasanya menjelang siang hari, sinar matahari akan menembus celah-celah alami di langit-langit gua. Berkas cahaya yang lurus dan kontras membelah kegelapan dalam gua ini menciptakan atmosfer yang sangat dramatis dan memesona.
Selain keindahan estetikanya, Goa Batu Hapu memegang peran yang sangat krusial dalam dunia geologi. Gua ini merupakan salah satu situs geologi (geosite) unggulan dalam jaringan Geopark Meratus. Saat ini, Geopark Meratus sedang gencar melakukan berbagai persiapan dan pembenahan infrastruktur guna menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark. Status ini membuktikan bahwa susunan batuan karst di Batu Hapu bukan sekadar tempat rekreasi biasa, melainkan laboratorium alam yang menyimpan rekaman sejarah tektonik dan lingkungan masa lalu Pulau Kalimantan.
Bagi masyarakat setempat, Goa Batu Hapu juga diselimuti oleh legenda rakyat yang melegenda, mirip dengan kisah Malin Kundang. Konon, gua ini terbentuk dari pecahan kapal milik Angui, seorang pemuda yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya setelah meraih kekayaan di perantauan. Cerita rakyat ini memberikan sentuhan mistis dan daya tarik budaya tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.
Akses menuju Goa Batu Hapu kini sudah semakin baik dan mudah ditempuh dari pusat kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin, maupun dari Kota Banjarmasin. Fasilitas penunjang di sekitar area wisata, seperti anak tangga menuju mulut gua, jalur pemandu, dan area parkir, terus ditingkatkan demi kenyamanan pengunjung serta pemenuhan standar UNESCO.
Menjelajahi Goa Batu Hapu memberikan pengalaman yang lengkap. Anda bisa menikmati eksotisme bentang alam karst, berburu foto estetik, sekaligus belajar tentang pentingnya menjaga warisan bumi. Sebagai bagian dari Geopark Meratus yang sedang melangkah ke panggung dunia, Goa Batu Hapu adalah destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin menyaksikan keajaiban alam tersembunyi di Kalimantan Selatan. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian ornamen gua selama berkunjung!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://smart.kalselprov.go.id/