Ilustrasi Kerajaan Negara Dipa bahari (Dok. Ilustrasi AI)
Kerajaan Negara Dipa sering disebut sebagai cikal bakal Kesultanan Banjar. Terletak di pedalaman Kalimantan Selatan, kerajaan bercorak Hindu ini menyimpan banyak kisah unik, mulai dari pendirinya yang berasal dari India hingga peninggalan arkeologis berusia ribuan tahun. Berikut lima fakta menarik tentang Kerajaan Negara Dipa yang mungkin belum banyak diketahui.
1. Pendiri dari Negeri Keling: Kisah Ampu Jatmika
Ampu Jatmika (atau Empu Jatmaka), pendiri Negara Dipa, disebut-sebut sebagai seorang saudagar kaya dari Keling (Kalingga) di India. Menurut Hikayat Banjar, ia membawa pengikut dari Kalingga dan Gujarat dalam ekspedisinya ke Kalimantan. Uniknya, Ampu Jatmika bukan berasal dari kalangan bangsawan, melainkan keturunan pedagang (waisya). Karena itu, ia tidak berani menyebut dirinya raja, melainkan hanya sebagai *"Penjabat Raja"* (Sakai) dengan gelar Maharaja di Candi.
Baca juga: Pendiri Negara Dipa yang Melegenda, Pangeran Suryanata
Ia membangun pusat pemerintahan pertama di Candi Laras, lalu memindahkannya ke Candi Agung di Amuntai. Perpindahan ini menandai awal kebesaran Negara Dipa sebagai kerajaan yang kuat di Kalimantan.
2. Candi Agung: Situs Megah Berusia 740 Tahun
Candi Agung di Amuntai adalah salah satu peninggalan terpenting Negara Dipa. Dibangun pada abad ke-14, candi ini berstruktur unik—menggabungkan batu bata merah dan kayu ulin yang tahan lama. Yang menarik, batu bata di Candi Agung mirip dengan yang ditemukan di Candi Kayen, Jawa Tengah, menunjukkan adanya pengaruh arsitektur Jawa .
Kini, Candi Agung menjadi destinasi wisata sejarah populer. Pengunjung bisa melihat sisa-sisa kejayaan kerajaan ini sekaligus menelusuri museum kecil di sekitarnya yang menyimpan berbagai artefak kuno.
3. Artefak Prasejarah (200 SM) di Situs Candi Agung
Fakta paling mengejutkan adalah ditemukannya benda-benda berusia lebih dari 2.000 tahun di sekitar Candi Agung! Beberapa tembikar dan prasasti yang ditemukan di sana diperkirakan berasal dari 200 SM—jauh sebelum Negara Dipa berdiri .
Temuan ini membuktikan bahwa wilayah Amuntai sudah menjadi pusat peradaban sejak zaman prasejarah. Bayangkan, di situs yang sama, kita bisa melihat peninggalan dari dua era berbeda: artefak prasejarah dan reruntuhan kerajaan Hindu abad ke-14!
4. Negeri Penghasil Intan dan Permata
Negara Dipa dikenal sebagai penghasil intan terbaik pada masanya. Hikayat Banjar menyebut bahwa Pangeran Suryanata dari Majapahit membawa 10 biji intan sebagai persembahan untuk meminang Putri Junjung Buih .
Kekayaan intan ini menjadi salah satu faktor penting kemakmuran Negara Dipa sebelum akhirnya berkembang menjadi Kesultanan Banjar. Hingga kini, Kalimantan Selatan masih dikenal sebagai salah satu penghasil intan terbesar di Indonesia.
5. Legenda Putri Junjung Buih: Persatuan Langit dan Air
Salah satu cerita paling mistis dari Negara Dipa adalah tentang Putri Junjung Buih. Konon, putri ini muncul dari buih sungai setelah Lambung Mangkurat (putra Ampu Jatmika) bertapa. Ia diyakini sebagai manifestasi Naga Jata, penguasa alam bawah dalam kepercayaan Kaharingan .
Baca juga: Pendiri Negara Dipa yang Melegenda, Pangeran Suryanata
Pernikahannya dengan Pangeran Suryanata (utusan Majapahit) melambangkan persatuan langit (matahari) dan air—sebuah konsep kosmologi yang kuat dalam budaya Dayak dan Hindu. Legenda ini menunjukkan bagaimana Negara Dipa memadukan kepercayaan lokal dengan pengaruh Hindu-Buddha.
Kerajaan Negara Dipa bukan sekadar catatan sejarah, melainkan warisan budaya yang masih bisa kita telusuri hingga kini. Dari Candi Agung yang megah hingga legenda Putri Junjung Buih, setiap kisahnya menyimpan pesona tersendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Kompas.com, Kalteng Pos