Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 JULI 2026 • 23:41 WIB

Langkah Nyata Desa Sungai Rangas Kalsel: Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Sembako Berkah

Langkah Nyata Desa Sungai Rangas Kalsel: Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Sembako BerkahLangkah Nyata Desa Sungai Rangas Kalsel: Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Sembako Berkah (mckalsel)

Membawa Berkah dari Rumah: Ketika Pilah Sampah Berhadiah Sembako di Banjar
Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kini tidak lagi sekadar menjadi slogan di atas kertas. Di tengah momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sungai Rangas Tengah menghadirkan sebuah gerakan kreatif yang langsung menyentuh dapur masyarakat. Melalui program inovatif "Pilah Sampah Dapat Sembako", warga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendapatkan stimulus ekonomi yang nyata.

Kegiatan yang dilaksanakan di Bank Sampah Desa Sungai Rangas pada Selasa (30/6/2026) yang lalu ini berhasil memantik antusiasme luar biasa dari warga setempat. Sejak pagi hari, masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi acara dengan membawa kantong-kantong berisi limbah rumah tangga yang telah mereka pisahkan secara mandiri dari rumah.

Antusiasme Warga Menukar Limbah Menjadi Berkah
Program ini berhasil membuktikan bahwa skema insentif berupa bahan pangan pokok atau sembako sangat efektif untuk menarik partisipasi aktif masyarakat. Warga tidak sekadar membuang sampah, melainkan menyetorkan aset yang memiliki nilai ekonomis tersembunyi. Jenis sampah yang dapat ditukarkan pun cukup beragam, mencakup kategori limbah kering yang sering dijumpai sehari-hari.

Beberapa jenis sampah yang dibawa oleh warga antara lain kardus bekas, kertas duplek, botol plastik, serta berbagai varian plastik keras dan plastik lemah. Tidak ketinggalan, kaleng aluminium, rak telur, hingga minyak goreng bekas atau minyak jelantah turut mengantre untuk ditimbang oleh petugas bank sampah. Kehadiran minyak jelantah dalam daftar ini menjadi poin penting, mengingat limbah cair domestik tersebut sering kali mencemari saluran air jika dibuang sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepekaan lingkungan yang ditunjukkan oleh warga Desa Sungai Rangas Tengah. Menurutnya, inisiatif ini memegang peranan krusial dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah yang dihasilkan setiap hari.

Rahmat menjelaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini bukan sekadar proses transaksional penukaran barang. Lebih dari itu, agenda ini merupakan langkah konkret untuk mengakar-kuatkan budaya pilah sampah sejak dari hulu, yaitu lingkungan keluarga. Ketika pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dimulai dari rumah, maka beban ekologis yang ditanggung oleh alam akan berkurang secara signifikan.

Capaian Ratusan Kilogram Sampah Terseleksi
Pendekatan edukatif yang dikemas secara menarik ini terbukti membuahkan hasil yang sangat positif. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, tercatat total volume sampah yang berhasil dikumpulkan dari warga mencapai angka 431,85 kilogram. Capaian ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh sektor domestik dalam menyumbang angka pengurangan sampah daerah.

Seluruh material sampah yang telah terkumpul tidak akan diteruskan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kapasitasnya kian terbatas. Melalui mekanisme manajemen bank sampah yang terintegrasi, ratusan kilogram limbah tersebut akan diproses dan disalurkan ke rantai daur ulang. Dengan demikian, sampah-sampah ini kembali masuk ke dalam siklus ekonomi sirkular yang produktif dan bernilai jual.

Menuju Budaya Kelestarian yang Berkelanjutan
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan menaruh harapan besar agar gerakan di Desa Sungai Rangas Tengah ini bisa menjadi pemantik bagi wilayah-wilayah lain di Kalsel. Target utamanya adalah mentransformasikan kegiatan pemilahan sampah ini dari yang semula bersifat seremonial atau musiman, menjadi sebuah kebiasaan kolektif harian yang melekat di masyarakat.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah desa, dan kader bank sampah, DLH Kalsel optimis volume timbulan sampah yang berakhir di TPA dapat terus ditekan. Langkah kecil dengan memilah kardus, botol, dan minyak jelantah dari dapur rumah adalah investasi besar demi mewujudkan lingkungan Kalimantan Selatan yang lebih hijau, bersih, dan sejahtera bagi generasi masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Langkah Nyata Desa Sungai Rangas Kalsel: Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Sembako Berkah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!