Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 08:09 WIB

Kisah Haru Jemaah Haji 101 Tahun Asal Barito Kuala: Pengabdian Anak dan Kesigapan Petugas di Tanah Suci

Kisah Haru Jemaah Haji 101 Tahun Asal Barito Kuala: Pengabdian Anak dan Kesigapan Petugas di Tanah SuciKisah Haru Jemaah Haji 101 Tahun Asal Barito Kuala: Pengabdian Anak dan Kesigapan Petugas di Tanah Suci (https://kalsel.haji.go.id/)

Keceriaan tampak jelas menghiasi raut wajah H. Sarmidin Kasrun Sahidin saat ditemui oleh Tim Humas di Kamar 106 Gedung Marwah. Rasa syukur, bahagia, dan haru yang mendalam begitu terpancar dari matanya. Ia mengenang kembali perjalanan spiritualnya yang luar biasa saat mendampingi ayah tercintanya, H. Kasrun Sahidin Abdullah, yang telah berusia 101 tahun untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Bagi Sarmidin, kesempatan emas untuk mendampingi sang ayah di usia senja merupakan pengalaman berharga yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Meski harus menghadapi berbagai tantangan fisik karena usia lanjut sang ayah, seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Keberhasilan ini diakuinya terwujud berkat pertolongan Allah SWT serta dukungan luar biasa dari berbagai pihak.

Kepedulian Tanpa Batas dari Petugas Haji
Jemaah asal Desa Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 17 ini menceritakan betapa besarnya perhatian yang mereka terima. Sejak awal keberangkatan dari Indonesia, selama berada di Makkah dan Madinah, hingga akhirnya kembali ke Tanah Air, bantuan terus mengalir. Petugas kloter, petugas kesehatan, pembimbing ibadah, hingga sesama jemaah menunjukkan perhatian yang luar biasa.

Menariknya, perhatian dari para petugas tidak hanya fokus pada pelaksanaan ibadah ritual saja. Kebutuhan sehari-hari H. Kasrun pun dipantau dengan sangat detail. Mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, penyediaan makanan yang sesuai dengan kondisi lansia, hingga kebutuhan pribadi seperti popok dewasa dipastikan terpenuhi dengan baik. Petugas selalu sigap menanyakan kondisi dan menawarkan bantuan secara proaktif tanpa harus diminta terlebih dahulu.

Rahasia Umur Panjang dan Bakti Seorang Anak
Secara umum, kondisi fisik H. Kasrun sebenarnya masih tergolong sangat baik untuk ukuran seorang centenarian (orang yang berusia di atas 100 tahun). Untuk keperluan dasar seperti mandi, makan, berwudu, dan berpakaian, beliau masih bisa melakukannya secara mandiri. Tantangan utama baru muncul ketika harus berjalan dalam jarak yang cukup jauh akibat adanya pengapuran pada lutut.

Di saat situlah peran sang anak menjadi begitu krusial. Ketika harus berpindah menuju bus atau lokasi ibadah yang jauh, Sarmidin dengan sukarela menggendong sang ayah di pundaknya. Langkah ini ia lakukan agar perjalanan lebih cepat dan tidak membuat jemaah lain menunggu lama. Baginya, momen menggendong ayah di Tanah Suci bukanlah sebuah beban, melainkan bentuk bakti nyata seorang anak yang belum tentu datang dua kali dalam hidup.

H. Kasrun sendiri merupakan sosok petani tangguh. Lahir di Jawa Timur pada tahun 1924, beliau mengikuti program transmigrasi ke Kabupaten Barito Kuala pada tahun 1979. Sejak muda hingga kini, beliau dikenal gemar berkebun, aktif bergerak, serta sangat disiplin dalam menjaga ibadah. Kebiasaan salat berjemaah, mengaji, dan berzikir yang konsisten diduga menjadi rahasia kesehatan fisik dan spiritualnya hingga usia satu abad. Perjalanan suci ini pun ditutup dengan apresiasi mendalam dari pihak keluarga kepada seluruh petugas haji yang telah melayani dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Haru Jemaah Haji 101 Tahun Asal Barito Kuala: Pengabdian Anak dan Kesigapan Petugas di Tanah Suci

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!