Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 25 JULI 2025 • 15:24 WIB

Manisnya Apam Banjar, Nikmatnya Budaya yang Terwariskan

Manisnya Apam Banjar, Nikmatnya Budaya yang TerwariskanApam khas Kalimantan Selatan yang termasuk 41 Kue Tradisional Banjar (Pinterest/Ingredients)

Apam Banjar adalah salah satu kue tradisional khas Kalimantan Selatan yang tidak hanya lezat tetapi juga sarat dengan nilai budaya. Kue ini termasuk dalam daftar "Wadai 41"—41 jenis kue tradisional Banjar yang sering disajikan dalam berbagai acara adat dan perayaan keagamaan. Memiliki tekstur lembut, rasa manis gula merah, dan aroma harum dari tape singkong, membuat kue apam ini menjadi cemilan yang disukai banyak orang hingga mudah ditemui di pasar tradisional maupun pada acara - acara.  

Asal-Usul dan Bahan Dasar Apam Banjar

Nama "apam" diduga berasal dari bahasa Arab, "afwan" atau "apem," yang berarti "roti." yang menunjukkan pengaruh budaya Islam dalam kuliner Banjar dan berkembang melalui perdagangan serta penyebaran agama. Bahan utamanya sederhana:  

  • Tepung beras – Memberikan tekstur khas yang lembut.  
  • Gula merah (aren) – Memberikan warna cokelat dan rasa manis alami.  
  • Santan – Membuat adonan lebih gurih.  
  • Tape singkong atau ragi – Membantu fermentasi sehingga kue mengembang sempurna.  
  • Kelapa parut – Sering dijadikan taburan untuk menambah cita rasa gurih.  

Baca juga: Gagatas Si Kue Tradisional Banjar yang Kaya Rasa dan Makna

Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan. Adonan harus difermentasi selama beberapa jam agar menghasilkan tekstur berongga yang khas. Setelah itu, apam dikukus hingga matang dan disajikan hangat dengan taburan kelapa parut.  

Varian Apam dan Ciri Khasnya

Selain apam biasa, ada juga Apam Barabai, khas Kota Barabai di Hulu Sungai Tengah. Varian ini biasanya lebih padat namun tetap lembut, dan terkadang dibungkus daun pisang untuk memperkuat aromanya . Beberapa resep juga menambahkan durian atau pandan untuk variasi rasa yang lebih beragam .  

Ciri utama apam Banjar adalah:  
✔ Tekstur lembut dan berongga – Hasil fermentasi sempurna.  
✔ Rasa manis-gurih – Kombinasi gula merah dan santan.  
✔ Aroma wangi – Dari tape singkong dan daun pandan.   

Bagi masyarakat Banjar, apam bukan sekadar kue biasa. Ia sering hadir dalam acara syukuran, selamatan, atau perayaan Maulid Nabi sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan rezeki yang melimpah. Dahulu, kue ini juga menjadi bagian dari ritual adat sebelum Islam masuk, namun kini lebih banyak dikaitkan dengan tradisi Islami seperti Baayun Maulid dan Batamat Al-Qur’an .  

Selain itu, apam mencerminkan nilai kebersamaan. Di Banjar, ada tradisi "mawarung" di mana warga berkumpul sambil menikmati kue tradisional seperti apam ditemani teh atau kopi hangat.  

Baca juga: Bingka Banjar: Kue Legit dengan 10 Varian Rasa, dari Tradisional hingga Modern

Pelestarian Apam di Era Modern

Meskipun kini banyak kue modern yang bermunculan, apam tetap bertahan karena rasanya yang khas dan makna budayanya yang dalam. Beberapa komunitas dan platform memasak seperti Cookpad turut membantu melestarikan resep ini dengan membagikan cara pembuatannya .  

Bagi yang ingin mencoba membuatnya di rumah, pastikan menggunakan bahan berkualitas dan mengikuti proses fermentasi dengan benar agar mendapatkan tekstur yang sempurna. Apam Banjar bukan hanya sekadar hidangan, melainkan warisan kuliner yang patut dijaga.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cookpad, Geopark Meratus, Wikipedia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Manisnya Apam Banjar, Nikmatnya Budaya yang Terwariskan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!