Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 MEI 2026 • 07:26 WIB

Innalillahi, Jemaah Haji Asal Kotawaringin Barat Wafat di Arafah, Ini Penyebabnya

Innalillahi, Jemaah Haji Asal Kotawaringin Barat Wafat di Arafah, Ini PenyebabnyaBerita duka dari tanah suci, jemaah haji asal Kotawaringin Barat, Kalteng, wafat di Arafah. Kenali penyebab dan pentingnya cegah dehidrasi saat haji. (https://kalsel.haji.go.id/)

Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, bernama Maniah Abdullah Ibai (64), dilaporkan meninggal dunia di Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, pukul 13.25 Waktu Arab Saudi (WAS).

Mendengar informasi tersebut, Ketua PPIH Embarkasi Haji Banjarmasin yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, langsung bergerak cepat. Pihaknya segera melakukan konfirmasi dan pengecekan kebenaran berita melalui petugas Kloter BDJ 05 yang mendampingi jemaah asal Kalimantan Tengah tersebut.

"Pada pukul 20.05 Wita, kami menerima konfirmasi kebenaran berita duka tersebut. Atas nama seluruh keluarga besar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan dan PPIH Embarkasi Banjarmasin, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Maniah Abdullah Ibai," ujar Eddy Khairani dengan nada lirih pada Senin malam.

Kronologi dan Penyebab Medis Wafatnya Jemaah
Berdasarkan keterangan medis dari Petugas Kesehatan Kloter BDJ 05, dr. Tania, almarhumah sudah menunjukkan gejala penurunan kesehatan sebelum memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA). Almarhumah sempat mengeluhkan sesak napas yang cukup parah hingga saturasi oksigennya turun ke angka 85% tanpa bantuan alat, serta sempat menolak untuk makan.

Akibat kondisi tersebut, almarhumah sempat dirujuk dan menjalani perawatan intensif selama lima hari di Rumah Sakit Al Noor sebelum akhirnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan kembali ke kloter. Ketika bertolak menuju Arafah, kondisi mendiang terpantau stabil. Namun, setibanya di Arafah, keluhan sesak napas tersebut kembali kambuh hingga ia harus dilarikan ke klinik Arafah.

"Di klinik, petugas medis langsung melakukan tindakan darurat berupa pemasangan infus dan pemberian obat-obatan. Namun, Allah berkehendak lain. Beliau meninggal dunia dengan diagnosis medis akibat cardiac arrest (henti jantung), distress napas, dan pneumonia," jelas dr. Tania.

Pentingnya Jemaah Haji Menjaga Hidrasi
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh jemaah yang sedang menunaikan ibadah di tanah suci. Dr. H. Eddy Khairani memberikan pesan mendalam dan instruksi tegas kepada seluruh petugas kloter agar tidak lelah mengedukasi jemaah mengenai pentingnya menjaga hidrasi tubuh dengan rajin mengonsumsi air putih.

Suhu ekstrem di Arab Saudi sering kali memicu dehidrasi yang datang tanpa disadari oleh para jemaah. Ironisnya, banyak jemaah yang sengaja membatasi minum karena alasan sarana prasarana atau takut sering buang air kecil selama prosesi ibadah.

Padahal, kekurangan cairan atau dehidrasi yang parah dapat menjadi pemicu utama (trigger) kambuhnya berbagai penyakit bawaan atau komorbid yang sebelumnya diderita oleh jemaah, seperti gangguan jantung dan pernapasan.

Wafatnya Maniah Abdullah Ibai menambah daftar duka Embarkasi Banjarmasin. Sebelumnya, jemaah bernama Muhammad Darmawan (66) asal Seruyan, Kalimantan Tengah, juga dilaporkan tutup usia pada 15 Mei 2026 akibat syok kardiogenik. Hingga saat ini, tercatat sudah dua jemaah haji dari Embarkasi Banjarmasin yang meninggal dunia di tanah suci.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/

BERITA TERBARU

Innalillahi, Jemaah Haji Asal Kotawaringin Barat Wafat di Arafah, Ini Penyebabnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!