Meningkatkan Kualitas Ruang Seni di Bumi Lambung Mangkurat
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah progresif demi memajukan ekosistem kesenian daerah. Dalam upaya menyajikan ruang berkarya yang representatif, pihak pengelola telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Fokus utama dari sinergi ini adalah mengamankan dukungan pusat untuk membenahi dan meremajakan sejumlah fasilitas vital di kawasan Taman Budaya Kalimantan Selatan.
Langkah strategis ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas pelayanan publik. Keberadaan fasilitas yang modern dan aman dipastikan akan memberikan kenyamanan berlipat, baik bagi para pelaku seni yang memproduksi karya maupun masyarakat umum yang datang untuk menikmati pertunjukan seni budaya khas Banjar.
Fasilitas Utama yang Menjadi Prioritas Pembenahan
Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi, mengungkapkan bahwa perhatian serius dari Kementerian Kebudayaan sangat dinantikan. Hal ini mengingat beberapa sarana dan prasarana penting di kompleks tersebut sudah cukup lama tidak tersentuh perbaikan menyeluruh. Padahal, infrastruktur yang mumpuni merupakan fondasi utama dalam menunjang dinamika aktivitas seni dan budaya di Banjarmasin dan sekitarnya.
Berdasarkan hasil pemetaan kondisi di lapangan, pihak UPTD telah menetapkan skala prioritas. Pembenahan akan difokuskan pada tiga fasilitas utama yang paling mendesak dan sering digunakan untuk agenda berskala besar, yaitu:
Selain struktur bangunan utama, aspek kenyamanan penonton juga tidak luput dari perhatian. Salah satu komponen yang mendesak untuk diganti adalah kursi penonton. Saat ini, fasilitas tempat duduk yang tersedia dinilai sudah tidak layak karena merupakan sisa fasilitas lama yang telah usang. Peremajaan kursi ini dianggap krusial agar masyarakat dapat menikmati jalannya pertunjukan dengan nyaman tanpa kendala fasilitas.
Optimisme Realisasi di Tahun 2026
Rizal Pahmi menegaskan bahwa fokus anggaran dan pengerjaan akan diarahkan langsung pada titik-titik krusial tersebut. Pihaknya berharap proses birokrasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Harapan kita, tempat ini benar-benar mendapatkan fasilitas yang baik sehingga dapat digunakan dengan nyaman oleh teman-teman seniman dan menjadi lebih layak,” ujar Rizal Pahmi saat memberikan keterangan di Banjarmasin.
Melihat respons positif dan komunikasi yang terbangun dengan Kementerian Kebudayaan, pihak UPTD Taman Budaya Kalsel optimis pembenahan ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Dukungan dana maupun teknis diharapkan dapat turun dalam waktu dekat agar proses renovasi bisa langsung berjalan. Rizal menargetkan proyek penyegaran wajah Taman Budaya ini dapat mulai diwujudkan dalam periode tahun ini, sehingga para seniman Banua bisa segera menikmati ruang kreatif yang jauh lebih representatif dan membanggakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel