Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 JUNI 2026 • 08:44 WIB

Hari Musik Dunia 2026 di Kalsel: Menghidupkan Ekonomi Kreatif dan Jiwa Budaya Banua

Hari Musik Dunia 2026 di Kalsel: Menghidupkan Ekonomi Kreatif dan Jiwa Budaya BanuaHari Musik Dunia 2026 di Kalsel: Menghidupkan Ekonomi Kreatif dan Jiwa Budaya Banua (mckalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya lokal. Melalui momentum peringatan Hari Musik Dunia 2026 yang digelar meriah di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Sabtu (27/6/2026) malam, Pemprov Kalsel menegaskan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan pilar penting penggerak ekonomi kreatif di Bumi Lambung Mangkurat.

Acara bergengsi ini mengusung tema yang sarat makna, yaitu “Muara: Tempat Segala Arus Bertemu”. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Tema "Muara" dipilih sebagai simbol keindahan dari pertemuan berbagai latar belakang budaya, tradisi, dan kreativitas yang mengalir di Banua, sekaligus menjadi energi baru untuk mendongkrak sektor ekonomi kreatif setempat.

Musik sebagai Bahasa Universal dan Jati Diri Banua
Dalam sambutan tertulisnya, Rusma Khazairin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh komunitas, musisi, seniman, dan panitia yang telah mendedikasikan waktu mereka demi menyukseskan pergelaran ini. Menurutnya, musik adalah bahasa universal yang memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan perbedaan dan keberagaman masyarakat.

Karakter Kalimantan Selatan yang identik dengan wilayah perairan dan sungai tercermin kuat dalam tema tahun ini. Konsep ini tidak hanya berfokus pada selebrasi panggung hiburan semata, tetapi juga membuka ruang edukasi yang inklusif, dialog antargenerasi, serta memberikan penghormatan tertinggi kepada para pelaku seni senior yang telah berjasa bagi perkembangan musik Banua.

Falsafah Gotong Royong Membangun Seni Inklusif
Sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu “Bekerja Bersama, Merangkul Semua,” pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus menyediakan fasilitas yang mendukung ekosistem seni yang ramah bagi semua kalangan. Langkah strategis ini dilakukan dengan tetap menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Banjar.

Nilai gotong royong ini tertuang erat dalam falsafah Banjar yang berbunyi, "Banyak sama kibit, sadikit sama culit." Ungkapan mendalam ini mengajarkan pentingnya rasa kebersamaan, saling berbagi, dan saling menguatkan dalam memajukan kebudayaan serta peradaban di Banua. Melalui kolaborasi yang kokoh antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif, musik tradisional seperti Kuriding diharapkan dapat terus lestari dan melahirkan regenerasi musisi lokal yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Momentum Kebangkitan Ekosistem Kebudayaan yang Sehat
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, menekankan bahwa peringatan Hari Musik Dunia 2026 ini harus dimaknai melampaui seremoni tahunan belaka. Acara ini merupakan ruang perjumpaan yang komprehensif bagi ekosistem seni di Kalsel.

Rangkaian acara tahun ini dikemas dengan sangat padat dan edukatif. Selain menampilkan performa memukau dari 19 penampil lintas komunitas, acara ini juga diisi dengan program Lab-Batang Banyu: Pandir Series, penyampaian Pesan Hari Musik Dunia oleh maestro Kuriding Mukhlis Maman, hingga sesi Tribute Tokoh Musik Banua.

Melalui integrasi antara panggung pertunjukan dan ruang pengetahuan ini, Pemprov Kalsel berharap ruang kebudayaan di Kalimantan Selatan akan selalu terbuka bagi siapa saja untuk terus berkarya, bereksperimen, dan berkolaborasi demi masa depan ekonomi kreatif Banua yang lebih gemilang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Hari Musik Dunia 2026 di Kalsel: Menghidupkan Ekonomi Kreatif dan Jiwa Budaya Banua

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!