Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau yang lebih dikenal sebagai banjir rob di wilayah Kalimantan Selatan. Fenomena alam ini diprediksi akan berlangsung selama sepuluh hari ke depan, mulai dari tanggal 04 hingga 13 Mei 2026. Masyarakat yang berdomisili atau beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan risiko kerugian.
Penyebab Utama: Fase Bulan Purnama
Berdasarkan analisis data meteorologi, potensi kenaikan air laut ini dipicu oleh adanya fase bulan purnama yang terjadi pada tanggal 02 Mei 2026. Secara astronomis, gravitasi bulan purnama menarik massa air laut sehingga menyebabkan pasang air laut mencapai titik maksimumnya. Pantauan data water level dan prediksi pasang surut mengonfirmasi bahwa fenomena ini akan berdampak signifikan pada stabilitas air di wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Ketinggian pasang maksimum diprediksi dapat mencapai angka 2.8 meter dari rata-rata permukaan laut.
Wilayah Terdampak dan Estimasi Waktu Kejadian
Wilayah utama yang berada dalam zona merah potensi terdampak adalah Pesisir Perairan Muara Sungai Barito. Berdasarkan data yang dihimpun bersama PUSHIDROS TNI AL, puncak pasang diprediksi akan terjadi antara pukul 09.00 hingga 15.00 WITA setiap harinya selama periode tersebut. Waktu kejadian yang berkisar dari pagi hingga siang hari ini menjadi perhatian khusus karena merupakan jam puncak aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Luapan air laut berpotensi menggenangi area daratan yang memiliki elevasi rendah di sepanjang garis pantai dan muara sungai.
Dampak Terhadap Aktivitas Masyarakat
Banjir rob bukan sekadar genangan air biasa; dampaknya sangat luas terhadap tatanan ekonomi dan sosial warga setempat. Beberapa sektor yang akan terdampak langsung meliputi aktivitas transportasi dan logistik di sekitar pelabuhan. Kegiatan bongkar muat barang kemungkinan besar akan terhambat akibat akses jalan dermaga yang terendam air. Selain itu, transportasi laut dan sungai akan lebih berisiko bagi kapal-kapal kecil saat bersandar karena arus yang tidak stabil selama pasang maksimum.
Sektor pemukiman warga di pesisir juga terancam. Masuknya air laut ke dalam rumah tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berpotensi mencemari sumber air bersih dan mengganggu sistem sanitasi. Bagi para pembudidaya ikan, luapan air laut dapat merusak keseimbangan salinitas air tambak yang berujung pada kerugian materiil yang signifikan.
Langkah Antisipasi dan Mitigasi
Menghadapi situasi ini, BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap siaga. Langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain adalah mengamankan barang-barang berharga dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi sebelum jam puncak pasang dimulai. Para pelaku usaha transportasi dan nelayan diharapkan untuk menyesuaikan jadwal operasional guna menghindari risiko kecelakaan di wilayah muara.
Pastikan Anda selalu memantau informasi cuaca resmi melalui kanal komunikasi BMKG untuk mendapatkan data terkini. Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat meminimalisir dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena banjir rob di Kalimantan Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cuacakalsel