Pasar Terapung (Pinterest/Beth)
INDOZONE.ID - Bahasa Banjar adalah salah satu kekayaan linguistik Indonesia yang digunakan oleh suku Banjar, terutama di Kalimantan Selatan, serta sebagian Kalimantan Tengah dan Timur. Bahasa ini tidak hanya menjadi alat komunikasi sehari-hari tetapi juga mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat setempat. Dengan dua dialek utama, yaitu Banjar Kuala (lebih mirip Bahasa Indonesia) dan Banjar Hulu (lebih klasik dengan vokal terbatas), Bahasa Banjar menawarkan keunikan yang menarik untuk dipelajari.
Bahasa Banjar memiliki variasi penggunaan tergantung situasi dan hubungan antarpenutur. Dialek Kuala lebih mudah dipahami karena pelafalannya dekat dengan Bahasa Indonesia, sementara dialek Hulu sering terdengar lebih "kasar" dan kuno, seperti kata gawi (kerja) atau ulun (saya). Selain itu, terdapat tingkatan bahasa:
Baca juga: Pasar Terapung Hadir di TMII, Wali Kota Banjarmasin: Momentum Perkuat Identitas Banjar
Berikut beberapa kata dan frasa umum dalam Bahasa Banjar yang kerap diucapkan dalam percakapan sehari-hari:
| Bahasa Banjar | Arti | Contoh Penggunaan |
| Ulun | Saya | Ulun handak makan (Saya mau makan) |
| Pian | Kamu (sopan) | Pian handak ka mana? (Kamu mau ke mana?) |
| Guring | Tidur/sakit | Ia guring di rumah (Dia tidur di rumah) |
| Gawi | Kerja | Gawi pian di mana? (Kerjamu di mana?) |
| Ngalih | Lelah | Ulun ngalih jua hari ini (Saya lelah hari ini) |
| Baisukan | Jalan-jalan | Kita baisukan ke pasar (Kita jalan ke pasar) |
Kata-kata seperti abah (ayah), umah (ibu), dan nini (nenek) juga sering digunakan dalam percakapan keluarga. Sementara itu, frasa seperti amun (kalau) dan kayapa (bagaimana) membantu membentuk kalimat lebih alami.
Bahasa Banjar tidak sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana pelestarian budaya. Misalnya, kata salamatan merujuk pada acara syukuran atau kenduri, sementara mambalur (berantem) populer di kalangan anak muda. Beberapa kata juga memiliki makna kontekstual, seperti guring yang bisa berarti "tidur" atau "sakit" tergantung situasi.
Belajar Bahasa Banjar tidak hanya memperkaya kosa kata tetapi juga membuka wawasan tentang budaya Kalimantan. Dengan memahami kata-kata dasar dan pola kalimatnya, kita bisa lebih dekat dengan masyarakat setempat. Jika tertarik mendalami, cobalah praktikkan kosakata di atas dalam percakapan sehari-hari!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kumparan, Wikipedia, DetikKalimantan