Penampilan pentas seni tarian lagu Ampar - Ampar Pisang (Youtube/tambun irma)
KALSEL - Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang tercermin melalui lagu-lagu tradisionalnya. Lagu-lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai-nilai kehidupan, adat istiadat, dan kearifan lokal masyarakat Banjar. Dengan lirik berbahasa Banjar dan iringan musik tradisional seperti panting, babun (gendang), dan gamelan Banjar, lagu-lagu ini tetap lestari hingga kini.
Berikut beberapa lagu tradisional Kalimantan Selatan yang paling terkenal beserta makna dan fungsinya dalam masyarakat:
1. Ampar-Ampar Pisang oleh Hamiedan AC
Biasanya dinyanyikan sambil bermain dalam lingkaran, mengajarkan anak-anak nilai kebersamaan sejak dini. Lagu ini menceritakan proses pengolahan pisang yang dijemur (diampar), namun sering "dicuri" oleh anak-anak sebelum matang. Pesannya mengajarkan kesabaran, gotong royong, dan rasa syukur atas rezeki sederhana.
2. Paris Barantai oleh H. Anang Ardiansyah
Mengisahkan kerinduan seorang pemuda kepada kekasihnya di Kotabaru. Liriknya penuh metafora alam, menggambarkan kesetiaan meski terpisah jarak. Lagu ini sering dibawakan dalam acara budaya, pernikahan, atau pertemuan, menjadi simbol romantisme Banjar .
Baca juga: Estetika Jembatan Barito dari Berbagai Sudut
3. Saputangan Babuncu Ampat oleh Zaini (Taboneo Group)
Berbentuk pantun dan digunakan sebagai media pendidikan moral bagi remaja dan dewasa, lagu ini mengajarkan pentingnya memaafkan dan menghindari dendam. Contoh liriknya, "Luka di tangan bisa diobati, luka di hati dibawa mati."
4. Anak Pipit oleh Hamiedan AC
Bercerita tentang seekor burung pipit yang terluka, mengajarkan empati dan kepedulian terhadap makhluk hidup sehingga sering diajarkan di sekolah sebagai lagu anak bernilai edukatif .
5. Japin Rantauan oleh A. Hamid
*Mengandung syair Islami, sering dipadukan dengan Tari Japin sebagai hiburan sekaligus dakwah jadi cukup sering dipentaskan dalam acara keagamaan dan adat, memperkuat identitas budaya Banjar yang religius .
Baca juga: 5 Rekomendasi Monolog Cerita Lokal Kalimantan Selatan yang Memukau
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: STIKes Husada Borneo, Media Indoensia, Wikipedia