Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 07 JULI 2025 • 22:16 WIB

Keunikan dan Makna Mendalam Pernikahan Adat Banjar

Keunikan dan Makna Mendalam Pernikahan Adat BanjarPernikahan adat Banjar (Pinterest/ruangyuth)
Pernikahan adat Banjar dari Kalimantan Selatan adalah perpaduan harmonis antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Setiap tahapannya sarat dengan simbolisme yang mencerminkan harapan akan keharmonisan, kemakmuran, dan perlindungan bagi pasangan pengantin. Berikut adalah beberapa poin penting dari tradisi yang kaya ini. 

Tahapan Utama Pernikahan Adat Banjar
Prosesi pernikahan Banjar terbagi menjadi tiga fase: 
1. Pra-Pernikahan
   - Basuluh. Penyeldikan diam-diam calon pengantin wanita oleh keluarga pria untuk menilai "bibit, bebet, bobot" (asal-usul, ekonomi, dan akhlak). 
   - Badatang. Lamaran resmi dengan tradisi berbalas pantun, menegaskan komitmen kedua keluarga. 
   - Bapingit. Masa pingitan calon pengantin wanita untuk persiapan fisik dan spiritual.   

Baca juga: Kuliner Unik Ini Hanya Ada di Kalimantan Selatan!


2. Inti Pernikahan
   - Akad Nikah. Proses ijab qabul yang sah secara agama, dilanjutkan dengan pembacaan Sighat Ta'lik (janji suami kepada istri). 
   - Maarak Pengantin. Arak-arakan pengantin pria ke kediaman wanita dengan iringan musik dan tarian Sinoman Hadrah. 
   - Bausung Penganten. Pengantin digendong tanpa menginjak tanah, simbol status sakral mereka. 

3. Pasca-Pernikahan
   - Mandi-mandi. Ritual pembersihan terakhir di alam terbuka dengan tanaman simbolis seperti daun beringin (pelindung) dan tebu kuning (kemakmuran). 
   - Sujud dan Beilangan. Kunjungan ke orang tua dan kerabat untuk mempererat ikatan keluarga. 

Simbolisme dalam Busana dan Ritual
Busana pengantin Banjar, seperti Bagajah Gamuling Baular Lulut, dipenuhi makna filosofis: 
- Mahkotadengan motif naga melambangkan ketinggian derajat. 
- Ular lidi simbol ketangguhan dalam mengelola rumah tangga. 
- Warna kuning pada pelaminan berarti kemakmuran, sedangkan merah** melambangkan keberanian. 

Baca juga: Cerita di Balik Kain Sasirangan Khas Banjar


Ritual seperti Badudus (siraman) menggabungkan unsur lokal dan Islam, menggunakan air doa dan ayat Al-Qur'an untuk tolak bala. 

Tantangan dan Adaptasi Modern
Beberapa tradisi, seperti pakaian pengantin yang terbuka atau pesta mewah, menuai kontroversi dari segi syariat Islam. Namun, masyarakat Banjar berupaya menyesuaikan, misalnya dengan memodifikasi busana agar menutup aurat atau memisahkan acara untuk tamu pria dan wanita. 

Baca juga: Spot Foto Ikonik Di Banjarmasin yang Wajib Dikunjungi!

Pernikahan adat Banjar adalah warisan budaya yang dinamis, terus berevolusi tanpa kehilangan esensinya. Prosesi ini bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga perayaan komunal yang memperkuat identitas dan nilai-nilai spiritual masyarakat Banjar.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal PPJP ULM, Jurnal STAI Al-Maliki, An-Nadwah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keunikan dan Makna Mendalam Pernikahan Adat Banjar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!