Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 18 JULI 2025 • 22:33 WIB

7 Bubur Tradisional Khas Banjar: Kelezatan, Makna Budaya, dan Resep Warisan Kalimantan Selatan

7 Bubur Tradisional Khas Banjar: Kelezatan, Makna Budaya, dan Resep Warisan Kalimantan SelatanGedung Menara Pandang di Banjarmasin (Pinterest/Cepek)

KALSEL - Kalimantan Selatan, dengan budaya Banjar yang kaya, menawarkan beragam kuliner unik, salah satunya adalah bubur tradisional. Bubur Banjar bukan sekadar hidangan, melainkan cerminan kearifan lokal, kekayaan alam, dan nilai-nilai kebersamaan. Berikut tujuh bubur khas Banjar yang penuh makna: 

1. Bubur Baayak: Filosofi Pengayakan dan Rasa Manis Gurih
Bubur Baayak terbuat dari tepung beras yang diayak menggunakan nyiru jarang (tampah berlubang). Proses pengayakan ini melambangkan seleksi dalam kehidupan untuk mencapai kualitas lebih baik. Dimasak dengan santan, gula merah, dan rempah seperti pandan, bubur ini memiliki rasa manis gurih dengan tekstur lembut kenyal. Bubur Baayak sering disajikan dalam acara keluarga, Maulid Nabi, atau syukuran, simbol keramahan dan kebersamaan. 

2. Bubur Hintalu Karuang: Bentuk Unik Menyerupai Telur Burung 
Nama "Hintalu Karuang" berarti "telur burung karuang" dalam bahasa Banjar. Bubur ini terbuat dari bola-bola tepung ketan dan ubi jalar, dimasak dengan kuah santan dan gula merah. Bentuknya yang unik menyerupai telur burung menjadi ciri khasnya. Bubur Hintalu Karuang biasa disajikan dalam acara keluarga atau perayaan adat. 

3. Bubur Gunting: Kenyal dari Sagu Khas Banjar
Dinamakan "gunting" karena adonan sagu khusus dipotong dengan gunting sebelum dimasak. Bubur ini disiram kuah santan kental dan gula merah, dengan tambahan nangka atau durian. Teksturnya lembut kenyal, cocok dinikmati sebagai camilan atau saat berbuka puasa. 

Baca juga: Balikuhai: Wafel Mini Khas Kalimantan Selatan

4. Bubur Asyura: Simbol Kebersamaan dan Syukur di 10 Muharram
Bubur Asyura dibuat pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur, terinspirasi dari kisah Nabi Nuh. Bahan-bahannya beragam, seperti kacang-kacangan, umbi-umbian, jagung, pisang, dan daging. Proses pembuatannya melibatkan gotong royong, mencerminkan nilai kebersamaan dan kedermawanan masyarakat Banjar. 

5. Bubur Sop (Bubur Ayam Banjar): Gurih Berempah Khas
Bubur nasi ini disajikan dengan kuah kaldu ayam kental dan rempah khas Banjar seperti kayu manis dan cengkeh. Pelengkapnya meliputi suwiran ayam, telur rebus, dan kerupuk. Rasanya gurih dan berempah, cocok untuk sarapan atau penghangat tubuh. 

6. Bubur Rangai: Kenyal dari Sagu Lokal
Terbuat dari sagu randang (olahan sagu kasar), bubur ini dimasak dengan santan dan gula merah. Teksturnya kenyal dan transparan, memberikan sensasi unik. Bubur Rangai menunjukkan pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif. 

Baca juga: Pedas Khasnya Sambal Acan Banjar! Berani Coba?

7. Bubur Kacang Hijau Banjar: Sentuhan Susu dan Telur
Bubur kacang hijau khas Banjar menggunakan santan kental, ketan hitam, susu, dan telur, menghasilkan rasa manis gurih yang kaya. Penyajiannya sering dilengkapi roti tawar, membuatnya berbeda dari versi umum. 

Nilai Budaya dan Pelestarian
Bubur-bubur Banjar bukan hanya makanan, tetapi simbol syukur, kebersamaan, dan pemanfaatan bahan lokal. Keberagaman bahan dan proses pembuatannya mencerminkan kearifan ekokultural masyarakat Banjar. Pelestarian bubur ini penting untuk menjaga warisan kuliner dan budaya Kalimantan Selatan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Kompas.com, Koran Banjar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

7 Bubur Tradisional Khas Banjar: Kelezatan, Makna Budaya, dan Resep Warisan Kalimantan Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!