Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 18:40 WIB

Pentol Khas Kalsel: Kuliner Ikonik dengan Sensasi "Menyucuk" Sendiri

Author

Pentol Kuah Banjarbaru, Kuliner Khas Kalsel (pamanmakan)

Jika Anda berkunjung ke Kalimantan Selatan, belum lengkap rasanya jika belum mencicipi Pentol. Meski sekilas mirip dengan bakso pada umumnya, Pentol khas Kalsel memiliki tempat istimewa di hati masyarakat lokal maupun wisatawan. Jajanan ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan simbol kebersamaan dan tradisi kuliner jalanan yang tak lekang oleh waktu.

Apa Itu Pentol Khas Kalsel?
Pentol adalah bola-bola daging yang terbuat dari campuran daging sapi atau ayam dengan tepung tapioka. Yang membedakannya dengan bakso kuah adalah teksturnya yang lebih kenyal dan dominasi rasa bumbu yang kuat. Di Kalimantan Selatan, Pentol biasanya disajikan tanpa kuah bening yang melimpah, melainkan ditemani dengan saus kacang yang gurih, sambal pedas cair, atau kecap manis yang kental.

Keunikan Tradisi Menyucuk Langsung
Salah satu daya tarik utama yang selalu membuat wisatawan penasaran adalah cara menikmatinya. Berbeda dengan jajanan lain yang dilayani penuh oleh penjual, makan Pentol di Kalsel menawarkan pengalaman interaktif. Wisatawan diajak untuk menyucuk (menusuk) sendiri biji-biji pentol langsung dari wadah kukusan yang masih panas menggunakan tusuk sate bambu.

Tradisi menyucuk langsung ini menciptakan sensasi "berburu" yang seru. Anda bisa memilih sendiri ukuran pentol yang diinginkan, mulai dari pentol kecil, pentol besar berisi telur, hingga pentol tahu. Kehangatan uap dari panci bedagang (rombong motor) menambah nafsu makan, terutama saat dinikmati di pinggir jalan atau di area publik seperti Lapangan Murjani atau Siring Banjarmasin.

Perpaduan Rasa yang Menggoda Lidah
Rahasia kelezatan Pentol Kalsel terletak pada sausnya. Campuran saus merah yang sedikit asam, sambal cabai asli yang membakar lidah, serta siraman kecap manis menciptakan harmoni rasa yang kompleks. Bagi pecinta pedas, menyantap pentol sambil berdiri di samping rombong penjual adalah sebuah kemewahan sederhana yang tidak ditemukan di restoran berbintang.

Harga yang sangat terjangkau menjadikannya kuliner rakyat yang bisa dinikmati siapa saja. Biasanya 1 biji pentol yang kecil dihargai Rp 1.000,-, pentol sedang dihargai Rp 2.000,- dan pentol yang berukuran besar dihargai Rp 5.000,- .

Selain itu, kebersihan dan keramahan para penjual pentol di Kalimantan Selatan menjadi nilai tambah. Menikmati pentol sambil melihat hiruk-pikuk kota atau matahari terbenam di tepian sungai Barito adalah pengalaman autentik yang akan selalu dikenang.

Jadi, pastikan Pentol masuk dalam daftar buruan kuliner Anda saat menginjakkan kaki di Bumi Lambung Mangkurat!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU