Kamis, 31 JULI 2025 • 19:28 WIB

Sandal Khas Banjar dalam Keseharian

Author

Sebuah sendal merek lokal yang sering digunakan dan mudah ditemui (Pinteres/Shopee)

Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan memiliki hubungan unik dengan alas kaki, terutama sandal, yang tidak hanya berfungsi praktis tetapi juga mencerminkan identitas budaya. Di setiap rumah, tiga jenis sandal hampir selalu ditemukan: sandal jepit merek lokal, sandal jepit bermotif Sasirangan, dan sandal selop plastik. Kombinasi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Banjar mengintegrasikan kenyamanan sehari-hari dengan nilai-nilai kearifan lokal.  

1. Sandal Jepit Merek Lokal: Swallow dan Eagle, Si Praktis yang Tak Pernah Absen  
Sandal jepit berbahan karet, seperti merek Swallow atau Eagle, adalah primadona di rumah-rumah Banjar. Harganya terjangkau, ringan, dan mudah dibersihkan, sehingga menjadi pilihan utama untuk aktivitas di halaman, teras, hingga kamar mandi. Sandal jenis ini sangat digemari oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, karena kesederhanaannya yang tahan lama dan cocok untuk iklim tropis.  

Baca juga: Ungkapan Khas Banjar yang Keren untuk Stiker WhatsApp: Lucu, Populer, dan Sarat Makna

Merek seperti Eagle bahkan menawarkan variasi desain yang ergonomis, seperti seri Sunset dan Recovery, dengan sol yang nyaman dan grip anti-slip. Harga yang relatif murah (mulai dari Rp120.000-an) membuatnya mudah diakses oleh masyarakat.  

2. Sandal Jepit Motif Sasirangan: Alas Kaki yang Bercerita  
Selain sandal jepit polos, banyak rumah Banjar juga menyimpan sandal bermotif Sasirangan—kain tenun ikat khas Kalimantan Selatan. Motif ini tidak hanya mempercantik tampilan sandal, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan budaya. Sandal ini sering dibeli sebagai oleh-oleh wisatawan, namun juga digunakan sehari-hari karena keunikannya.

Keberadaan sandal Sasirangan tidak lepas dari kreativitas pengrajin lokal. Misalnya, B-Banjar, merek sandal khas Banjarmasin, memadukan gambar khas seperti bekantan, pasar terapung, dan aksara Banjar pada alas sandalnya. Produk ini menjadi media promosi pariwisata sekaligus pelestarian budaya.  

3. Sandal Selop Plastik: Kenyamanan di Dalam Rumah  
Di dalam ruangan, sandal selop berbahan plastik atau karet empuk mendominasi. Sandal jenis ini memiliki sol tebal yang nyaman digunakan di lantai keramik atau ubin, sekaligus berfungsi menjaga kebersihan lantai. Model slip-on-nya memudahkan pemakaian, sehingga sering ditemui di ruang tamu atau kamar tidur.  

Baca juga: 12 Nama Kucing Unik Terinspirasi Kuliner Khas Kalimantan Selatan, Mana Favoritmu?

Beberapa varian bahkan didesain dengan bahan antibakteri, cocok untuk kamar mandi atau area basah. Sandal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Banjar sangat memperhatikan higienitas tanpa mengorbankan kenyamanan.  

Ketiga jenis sandal tersebut—sandal jepit polos, sandal bermotif Sasirangan, dan sandal selop plastik—menunjukkan bagaimana masyarakat Banjar memadukan fungsi praktis dengan estetika budaya. Sandal tidak sekadar alas kaki, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas lokal.  

Dari sandal murah meriah hingga yang bernilai seni tinggi, pilihan alas kaki di rumah Banjar membuktikan bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Banjarmasin, Kompas Travel, OLX Banjar Baru Selatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU