Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 19:11 WIB

Kenapa Ikan Haruan Selalu Jadi Primadona?

Kenapa Ikan Haruan Selalu Jadi Primadona?Ikan Haruan atau ikan gabus (Pinteresrt/Wonderslist)

Ikan haruan (Channa striata), atau yang di Jawa dikenal sebagai ikan gabus, bukan sekadar penghuni sungai atau rawa. Ia telah lama menjadi primadona di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terutama di Kalimantan Selatan. Dari segi biologis, gizi, hingga nilai ekonominya, ikan ini memiliki keunggulan yang sulit ditandingi. Lantas, apa rahasia di balik popularitasnya?  

1. Latar Belakang & Sebaran: Ikan yang Tangguh  
Ikan haruan tersebar luas di perairan tawar Asia Tenggara, mulai dari sungai, danau, hingga sawah. Kemampuannya bertahan di air berlumpur dan kadar oksigen rendah membuatnya mudah ditemui di berbagai habitat. Di Indonesia, ikan ini dikenal dengan banyak nama: kutuk (Jawa), kocolan (Betawi), aruan (Sumatera), dan haruan (Kalimantan).  

Status konservasinya yang Least Concern (IUCN 3.1) menunjukkan populasinya masih stabil, meski eksploitasi terus meningkat. Uniknya, ikan ini bisa hidup di darat dalam waktu singkat berkat organ labirin—adaptasi yang memungkinkannya bernapas langsung dari udara.  

Baca juga: Soto Banjar hingga Iwak Pakasam: Siapa Paling "Nyebelin" Jika Makanan Khas Banjar Jadi Teman Nongkrong?

2. Karakteristik Biologis: Predator yang Cerdik  
Haruan adalah predator ulung. Ia menyergap mangsa seperti ikan kecil, katak, dan serangga air dengan gerakan cepat. Tak hanya itu, ikan ini juga dikenal sebagai orang tua yang protektif. Saat memijah, induk haruan membangun sarang dari vegetasi air dan menjaga anak-anaknya hingga siap mandiri.  

Kemampuannya "berjalan" di darat dengan menggeliat seperti ular membuatnya unik. Ini membantunya berpindah antar perairan saat musim kemarau, sebuah keunggulan evolusi yang jarang dimiliki ikan lain.  

3. Kandungan Gizi & Manfaat Kesehatan: Superfood Lokal  
Menurut penelitian, daging haruan mengandung protein 25%, lebih tinggi daripada bandeng (20%) atau ikan mas (16%). Namun, yang paling istimewa adalah kandungan albumin-nya—protein plasma darah yang vital untuk penyembuhan luka dan pemulihan penyakit.  

Ekstrak haruan terbukti membantu pemulihan pasca-operasi, stroke, diabetes, bahkan gagal ginjal. Albumin juga berperan dalam distribusi nutrisi ke seluruh tubuh, memperbaiki gizi buruk pada anak, dan meningkatkan daya tahan. Tak heran jika di Kalimantan, haruan sering diberikan kepada ibu hamil dan pasien pemulihan.  

4. Peran Kuliner & Nilai Ekonomi: Dari Meja Makan hingga Pasar  

Baca juga: Kue Lam Barabai Dengan Rahasia Rasa Legit dari Huruf "Lam" yang Melegenda

Di Kalimantan Selatan, haruan adalah bahan kuliner wajib. Ia disajikan bersama katupat kandangan, nasi kuning, atau lontong, baik digoreng, dibakar, atau diolah menjadi sup asam pedas. Rasanya yang gurih dan tekstur daging yang padat membuatnya digemari.  

Di pasar, haruan menjadi komoditas bernilai tinggi. Saat Ramadhan, harganya bisa melonjak hingga Rp 120.000 per kg karena permintaan meningkat. Pemerintah setempat bahkan turun tangan dengan program subsidi untuk menjaga stabilitas harga.  

Ikan haruan memadukan ketahanan biologis, gizi tinggi, dan nilai budaya yang kuat. Ia bukan sekadar ikan, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat—mulai dari pengobatan tradisional hingga kuliner khas. Dengan segala keunggulannya, tak heran jika haruan tetap menjadi primadona yang terus diburu.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Banjarmasin, Wikipedia, AktualKalsel.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Ikan Haruan Selalu Jadi Primadona?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!