Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 18:44 WIB

Teknologi Pertama di Kalimantan Selatan: Dari Peleburan Logam Purba hingga Mesin Uap Oranje Nassau

Teknologi Pertama di Kalimantan Selatan: Dari Peleburan Logam Purba hingga Mesin Uap Oranje NassauTambang Oranje Nassau pada masa penjajahan Belanda (Pinterest/Billy Macgeorge)

KALSEL - Banyak yang mengira sejarah teknologi di Kalimantan Selatan (Kalsel) dimulai dengan masuknya industri modern. Namun, jejak arkeologi dan catatan kolonial mengungkap narasi yang lebih dalam dan berlapis. Sebenarnya, apa teknologi pertama yang hadir di tanah Banua ini? Jawabannya terbelah dalam dua zaman: teknologi logam pada masa prasejarah dan teknologi industri mesin uap di era kolonial.

Sebelum cerita tentang mesin uap dan rel kereta berkabut asap, masyarakat awal Kalsel telah menguasai sebuah teknologi revolusioner: metalurgi. Di beberapa situs arkeologi di wilayah ini, para peneliti menemukan bukti-bukti kegiatan peleburan dan penempaan logam. 

Artefak seperti slag (sisa peleburan), cerukan untuk smelting, serta alat-alat dari besi dan tembaga mengisyaratkan adanya tradisi perundagian yang mumpuni. Teknologi ini bukan sekadar keterampilan; ia mengubah pola hidup. Dengan alat logam yang lebih tajam dan kuat, efisiensi pertanian dan perburuan meningkat, hierarki sosial mulai terbentuk, dan jaringan perdagangan antarpulau menggeliat. 

Baca juga: Cincin Api Pasifik: Jalur Gempa dan Gunung Berapi yang Mengelilingi Dunia

Meski penanggalan pastinya masih diteliti, keberadaan teknologi logam ini menandai lompatan teknologi pertama yang paling awal di Kalsel, yang menghubungkan daerah ini dengan percaturan teknologi regional yang lebih luas.

Lompatan besar berikutnya terjadi pada pertengahan abad ke-19, ditandai dengan dibukanya Tambang Batu Bara Oranje Nassau di Pengaron sekitar tahun 1849. Inilah momen di mana teknologi industri modern pertama yang terdokumentasi dengan baik menginjakkan kakinya di Kalsel.

Situs Oranje Nassau bukan sekadar lubang galian. Ia merupakan kompleks industri yang mencakup mesin uap untuk pengeringan tambang, struktur terowongan, dan fondasi bangunan teknik. Untuk mendukung operasi tambang, pemerintah Hindia Belanda juga membangun infrastruktur pendukung, termasuk jaringan rel kereta api kecil pada sekitar 1880-an untuk mengangkut batubara. 

Baca juga: Tambang Oranje Nassau, Situs Kolonial Belanda yang Menyimpan Jejak Industri Pertambangan Tertua di Indonesia

Kehadiran Oranje Nassau menandai transisi Kalsel ke dalam ekonomi ekstraktif berbasis mesin, meletakkan dasar bagi jejak industrialisasi di pulau Kalimantan.

Dua episode teknologi ini—metalurgi purba dan industrialisasi tambang—memiliki karakter yang berbeda. Yang pertama tumbuh secara organik dari dalam, hasil olah pengetahuan lokal yang beradaptasi dengan lingkungan dan sumber daya. Yang kedua hadir dari luar, didorong oleh kepentingan ekonomi kolonial, membawa serta peralatan dan sistem kerja yang sama sekali baru.

Antara kedua era teknologi tersebut, tentu saja, berlangsung perkembangan teknologi tradisional yang tak kalah pentingnya. Masyarakat Kalsel telah lama menjadi ahli dalam membangun perahu yang tangguh mengarusi sungai-sungai besar, merancang sistem irigasi untuk persawahan lahan basah, serta mengembangkan teknik pengawetan ikan dan garam. 

Baca juga: Pegunungan Meratus: Harta Karun yang Diperebutkan antara Tambang dan Konservasi

Meski seringkali kurang terdokumentasi dalam literatur akademis formal, kearifan teknologis ini adalah tulang punggung kehidupan sehari-hari yang terus bertahan.

Dengan demikian, “teknologi pertama” di Kalsel memiliki dua wajah. Jika yang ditanya adalah teknologi paling awal secara absolut, maka jawabannya ada pada kemampuan metalurgi masyarakat prasejarah. 

Namun, jika yang dimaksud adalah teknologi modern berbasis mesin, maka gelar tersebut disandang oleh kompleks Tambang Oranje Nassau. Keduanya, bagaimanapun, adalah bagian tak terpisahkan dari identitas teknologis Kalimantan Selatan yang kaya dan berlapis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BRIN, Kemendikbud, Research Gate

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Teknologi Pertama di Kalimantan Selatan: Dari Peleburan Logam Purba hingga Mesin Uap Oranje Nassau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!