Tempat tertua di Canada, Nuvvuagittuq (Pinterest/martin windhorst)
KALSEL - Bayangkan Bumi miliaran tahun lalu: permukaannya mungkin masih panas, dengan aktivitas vulkanik yang ganas. Di tengah kondisi ekstrem itu, benih-benih daratan pertama mulai terbentuk. Pertanyaan "daratan mana yang pertama kali muncul?" ternyata memiliki jawaban yang kompleks dan menakjubkan, yang terungkap melalui batuan tertua di planet kita.
Jawabannya bergantung pada apa yang kita maksud dengan "daratan." Apakah material mineral tertua, batuan utuh tertua, atau kerak benua tertua yang masih bisa kita lihat? Masing-masing memiliki "juara" yang berbeda, dan semuanya mengubah pemahaman kita tentang masa kecil Bumi.
Bukti paling awal bukanlah sebuah gunung atau bukit yang masih berdiri, melainkan butiran mineral mikroskopis. Di Jack Hills, Australia Barat, ilmuwan menemukan zircon yang berusia mencengangkan: 4,404 miliar tahun. Butiran kecil yang tangguh ini selamat dari erosi dan menjadi kapsul waktu.
Baca juga: Kalimantan Selatan: Di Balik Kekayaan Batubara yang Terpendam Jutaan Tahun
Analisis isotop oksigennya mengisyaratkan sesuatu yang revolusioner: zircon ini mungkin terbentuk dari batuan yang telah berinteraksi dengan air cair. Artinya, kontinen awal dan bahkan lautan mungkin sudah ada hanya sekitar 150 juta tahun setelah Bumi terbentuk. Ini adalah petunjuk bahwa planet kita mungkin menjadi layak huni jauh lebih awal dari perkiraan.
Jika kita mencari batuan utuh tertua, perhatian beralih ke Quebec, Kanada. Sabuk Hijau Nuvvuagittuq telah lama menjadi bahan perdebatan. Studi terbaru (2025) menggunakan metode penanggalan mutakhir melaporkan bahwa bagian dari formasi ini berusia sekitar 4,16 miliar tahun.
Jika dikonfirmasi, ini menjadikan Nuvvuagittuq sebagai potongan kerak Hadean tertua yang masih bertahan. Batuan ini memberikan konteks fisik yang kaya tentang bagaimana kerak pertama terbentuk dan berevolusi di bawah permukaan planet yang masih muda.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Alam Ramah Anak: Petualangan Seru dan Edukatif untuk Keluarga
Sering dikutip sebagai "kerak benua tertua yang terlihat," Acasta Gneiss di Northwest Territories, Kanada, berusia sekitar 4,03 miliar tahun. Berbeda dengan zircon Jack Hills yang terisolasi, Acasta Gneiss adalah singkapan batuan yang luas.
Batuan metamorf ini, yang awalnya adalah granit dan tonalit, adalah bukti nyata dari sebuah massa benua awal yang sudah cukup stabil. Inilah daratan purba yang bisa kita sentuh dan pelajari secara langsung, memberikan gambaran tentang komposisi kerak Bumi pada masa Arkean.
Jadi, daratan manakah yang pertama? Jack Hills memberikan bukti tidak langsung tertua tentang keberadaan kerak kontinental. Nuvvuagittuq menawarkan kandidat batuan utuh tertua. Sementara Acasta Gneiss adalah contoh kerak benua tertua yang masih terekspos.
Baca juga: Surga Romansa di Kalimantan Selatan: 5 Destinasi Alami untuk Kencan Tak Terlupakan
Ketiganya bersama-sama melukiskan gambar yang menakjubkan: kerak kontinental Bumi mulai terbentuk dengan sangat cepat setelah kelahirannya. Daratan pertama bukanlah satu benua raksasa, tetapi mungkin berupa pulau-pulau vulkanik kecil yang tersebar di lautan global. Jejak-jejaknya yang bertahan hingga kini, dari Australia hingga Kanada, terus menjadi kunci untuk membongkar misteri asal-usul planet kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wilde, S. A., Valley, J. W., Peck, W. H., & Graham, C. M. (2001). Evidence From Detrital Zircons For The Existence Of Continental Crust And Oceans On The Earth 4.4 Gyr Ago. Nature, O'Neil, J. Et Al. (2025). Study Reporting Hadean-age Rocks (~4.16 Ga) From The Nuvvuagittuq Greenstone Belt. Science., Bowring, S. A. & Williams, I. S. (1999). Priscoan (≈4.00–4.03 Ga) Orthogneisses From Northwestern Canada. Contributions To Mineralogy And Petrology.