Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 18:31 WIB

Misteri Daratan Pertama di Bumi: Jejak Zaman Hadean di Australia dan Kanada

Misteri Daratan Pertama di Bumi: Jejak Zaman Hadean di Australia dan KanadaTempat tertua di Canada, Nuvvuagittuq (Pinterest/martin windhorst)

KALSEL - Bayangkan Bumi miliaran tahun silam: permukaannya masih panas, dibombardir oleh meteorit, dan lautan magma mungkin masih mendominasi. Di tengah kondisi ekstrem itu, benih-benih daratan pertama mulai membeku. 

Pertanyaan tentang daratan mana yang pertama kali tercipta di Bumi bukanlah teka-teki dengan satu jawaban sederhana. Ilmuwan justru menemukan jawabannya melalui tiga jenis bukti yang berbeda, masing-masing mengungkap cerita unik dari zaman Hadean, eon yang hampir tidak meninggalkan catatan batuan.

Bukti tertua justru datang dari butiran mineral mikroskopis di Jack Hills, Australia Barat. Butiran zircon ini, berusia mencengangkan 4,404 miliar tahun, bertahan dari batuan asalnya yang telah lama hancur. Analisis isotop oksigennya mengisyaratkan sesuatu yang revolusioner: zircon ini terbentuk dari magma yang berinteraksi dengan air cair. 

Baca juga: Borneo vs Kalimantan: Menguak Asal-Usul Dua Nama untuk Pulau yang Sama

Artinya, kerak kontinental yang mirip daratan dan bahkan lautan mungkin sudah ada hanya 150 juta tahun setelah Bumi terbentuk. Ini adalah petunjuk tak langsung, namun paling awal, tentang “benua” perdana.

Namun, jika kita mencari batuan utuh tertua yang masih bertahan, perhatian beralih ke Nuvvuagittuq Greenstone Belt di Quebec, Kanada. Sebuah studi mutakhir tahun 2025 mengklaim bahwa batuan di sini berusia sekitar 4,16 miliar tahun. 

Jika valid, kompleks batuan metamorf ini adalah jendela fisik langka ke dalam zaman Hadean, menunjukkan fragmen kerak awal yang menjadi cikal bakal daratan. Temuan ini masih dikaji ulang, namun menggambarkan dinamika ilmu pengetahuan yang terus berubah.

Sementara itu, gelar “kerak kontinental tertua yang masih terekspos dengan baik” sering disandang oleh Acasta Gneiss di Northwest Territories, Kanada. Batuan berusia 4,03 miliar tahun ini adalah monumen granitik yang membeku di kedalaman kerak purba. Keberadaannya membuktikan bahwa pada usia itu, proses geokimia yang kompleks untuk membentuk kerak kontinental yang stabil sudah berjalan dengan baik.

Baca juga: Barabai: Menguak Jejak “Parijs van Borneo” di Kaki Pegunungan Meratus

Jadi, daratan mana yang pertama?

  • Material Tertua: Jack Hills, Australia (zircon 4,4 miliar tahun).
  •  Batuan Tertua (klaim): Nuvvuagittuq, Kanada (~4,16 miliar tahun).
  • Kerak Kontinental Terekspos Tertua: Acasta Gneiss, Kanada (~4,03 miliar tahun).

Kesimpulannya, “daratan pertama” bukanlah satu lokasi tunggal, melainkan sebuah proses yang tersebar. Bukti-bukti ini bersama-sama melukiskan gambar Bumi muda yang lebih dinamis dari yang diduga: kerak sudah membeku, air sudah mengalir, dan fondasi untuk benua-benua modern telah diletakkan dalam kegelapan zaman Hadean. Setiap temuan baru, seperti studi Nuvvuagittuq 2025, berpotensi menulis ulang bab pertama sejarah planet kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bowring, S. A. & Williams, I. S. (1999). Priscoan (≈4.00–4.03 Ga) Orthogneisses From Northwestern Canada. Contributions To Mineralogy And Petrology., O'Neil, J. Et Al. (2025). Study Reporting Hadean-age Rocks (~4.16 Ga) From The Nuvvuagittuq Greenstone Belt. Science., Wilde, S. A., Valley, J. W., Peck, W. H., & Graham, C. M. (2001). Evidence From Detrital Zircons For The Existence Of Continental Crust And Oceans On The Earth 4.4 Gyr Ago. Nature

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Misteri Daratan Pertama di Bumi: Jejak Zaman Hadean di Australia dan Kanada

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!