Polusi udara akibat pembakaran tidak sempurna kendaraan (Pinterest/Scott Sherk)
KALSEL – Transportasi online di Kalimantan Selatan dengan fokus layanan di Banjarmasin dan Banjarbaru yang menjadi pusat ekonomi Kalimantan Selatan, di dominasi oleh tiga aplikasi pasar transportasi online Kalsel: Gojek sebagai pelopor, Grab sebagai pesaing kuat, dan Maxim sebagai pemain alternatif dengan tarif kompetitif. Ketiganya tidak hanya bersaing merebut pengguna, tetapi juga memperebutkan mitra driver yang menjadi ujung tombak layanan.
Gojek merupakan salah satu pemain terbesar yang beroperasi di Banjarmasin, Banjarbaru, dan beberapa kabupaten lainnya di Kalsel. Aplikasi besutan Nadiem Makarim ini menawarkan beragam layanan yang terintegrasi dalam satu platform:
Kekuatan Gojek terletak pada jaringan merchant lokal yang luas dan sudah on-board di platform mereka. Banyak restoran dan warung makan di Kalsel mengalami peningkatan omzet hingga 30-40% setelah bergabung dengan Go-Food. Fitur keamanan seperti pembagian info perjalanan secara real-time kepada keluarga juga menjadi nilai tambah yang dihargai pengguna .
Baca juga: Cara Bikin Caption Instagram ala Urang Banjar: Gombalan, Sindiran, dan Pantun yang Makin Viral
Grab tidak ketinggalan menguasai pasar transportasi online Kalsel dengan menyediakan layanan serupa di Banjarmasin dan Banjarbaru. Yang membedakan Grab adalah komitmennya dalam program-program lokal seperti:
Grab mengembangkan teknologi pemetaan sendiri bernama GrabMap yang diperbarui secara real-time, sehingga terkadang ada perbedaan antara titik jemput dan lokasi pengantaran yang tertera di Google Maps dan GrabMaps. Keunggulan lain Grab adalah fitur "Family Account" yang memungkinkan pengguna menambahkan anggota keluarga ke dalam satu akun utama dan berbagi metode pembayaran yang sama .
Maxim menjadi pemain alternatif yang cukup agresif di Kalsel dengan strategi tarif rendah dan promo menggiurkan. Aplikasi berwarna kuning ini telah meluncurkan layanan Delivery Xpress di Banjarmasin dan Banjarbaru yang menjadi andalan bagi pengguna yang sensitif harga.
Keunggulan Maxim terletak pada sistem bagi hasil yang lebih menguntungkan driver yaitu 90% untuk driver dan 10% untuk Maxim, sesuai dengan ketentuan Kemenhub . Namun, Maxim masih memiliki kelemahan dalam hal akurasi peta karena menggunakan Taxsee Vector yang dikembangkan sendiri, bukan Google Maps atau Waze yang sudah familiar.
Beberapa pengguna mengeluhkan ketidakakuratan sistem Maxim dalam melacak alamat. "Saldo terpotong sementara driver tidak melakukan pick up, tapi tiba-tiba sudah selesai," keluh seorang pengguna dalam ulasan di Google Play .
1. Ketersediaan Layanan yang Terjangkau
Masyarakat Kalsel, khususnya di wilayah urban seperti Banjarmasin dan Banjarbaru, telah menjadikan transportasi online sebagai bagian dari gaya hidup modern. Kemudahan akses dan tarif terjangkau menjadi faktor pendorong utama adopsi massal layanan ini. Berdasarkan pantauan lapangan, tarif transportasi online di Kalsel berkisar antara:
2. Transformasi Layanan Pengantaran Makanan
Fenomena menarik di Kalsel adalah pertumbuhan signifikan layanan pengantaran makanan yang mengubah pola konsumsi masyarakat. Banyak restoran dan warung makan tradisional yang sebelumnya hanya mengandalkan pembeli langsung, kini bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas melalui platform Go-Food dan GrabFood.
Seorang pemilik warung makan di Banjarmasin mengaku omzetnya meningkat hingga 40% setelah bergabung dengan layanan pesan-antar makanan online. "Sekarang banyak anak kos dan karyawan yang pesan makan siang via aplikasi, tanpa harus keluar kantor," ujarnya.
3. Ekspansi ke Daerah Penyangga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News, Diskominfo Kalsel, KIPMI