Konsep Vertikal Farming di Rumah (Pinterest/Plant Nurtured)
KALSEL - Kalimantan Selatan, provinsi yang dikenal dengan kekayaan alam dan budaya Banjarnya, sedang mengalami transformasi signifikan dalam lanskap ketenagakerjaannya. Data terkini mengungkapkan dinamika menarik dari pasar kerja daerah yang masih bertumpu pada sektor tradisional namun mulai merespons tren global menuju digitalisasi dan ekonomi berkelanjutan.
Sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kalsel. Data BPS Kalsel menunjukkan bahwa pada Februari 2024, sektor ini mengalami peningkatan signifikan dengan penambahan 44.750 pekerja (1,81 poin persentase) dibandingkan tahun sebelumnya . Selain pertanian, sektor perdagangan dan UMKM juga menjadi andalan, menyerap sebagian besar angkatan kerja yang mencapai 3,14 juta orang pada awal 2024.
Yang menarik, karakteristik ketenagakerjaan Kalsel masih didominasi oleh sektor informal yang mencapai 54,71% dari total pekerja. Angka ini memang menunjukkan penurunan 2,10% dibandingkan Februari 2023, tetapi tetap mencerminkan kuatnya pola pekerjaan yang bersifat non-formal seperti petani pekebun, nelayan, buruh harian, dan pedagang pasar .
Memasuki era digital dan ekonomi berkelanjutan, Kalsel mulai mengembangkan potensi yang sejalan dengan tren global dan nasional. Provinsi ini tidak hanya mengandalkan sektor tradisional tetapi juga mulai membuka diri terhadap investasi di bidang teknologi digital dan energi terbarukan.
Salah satu inisiatif terkini adalah program Monitoring Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh BPS Provinsi Kalsel. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi tetapi juga melibatkan pengumpulan data melalui survei khusus yang memerlukan keahlian digital . Pendekatan ini mencerminkan bagaimana teknologi mulai diintegrasikan dalam berbagai sektor, termasuk pelayanan publik.
Berdasarkan analisis perkembangan terkini, setidaknya terdapat empat bidang potensial yang akan menjadi masa depan ketenagakerjaan Kalsel:
1. Spesialis Teknologi Digital: Dengan meningkatnya digitalisasi di segala sektor, kebutuhan akan ahli TI, analis data, dan digital marketing akan terus bertumbuh.
2. Profesional Ekonomi Hijau: Kalsel mendukung investasi energi terbarukan, sehingga permintaan untuk insinyur energi terbarukan dan ahli lingkungan diproyeksikan meningkat.
3. Spesialis Agroindustri: Fokus pada hilirisasi pangan membuka peluang bagi teknolog pangan dan insinyur proses pertanian/perikanan.
4. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Potensi wisata alam dan budaya Kalsel yang kaya membutuhkan pengembangan SDU di bidang pemandu wisata dan pengelola destinasi.
Meskipun menunjukkan perkembangan positif, transformasi ketenagakerjaan Kalsel menghadapi beberapa tantangan. Dominasi sektor informal yang masih tinggi memerlukan pendekatan khusus untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Selain itu, kesenjangan partisipasi gender dalam angkatan kerja juga perlu menjadi perhatian, dimana TPAK laki-laki (83,79%) masih jauh lebih tinggi dibanding perempuan (55,10%) .
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta akan menjadi kunci untuk mempersiapkan SDM yang kompeten di bidang-bidang emerging. Pelatihan vokasi dan pendidikan tinggi perlu mengarah pada pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada dan merespons tren global, Kalsel tidak hanya dapat menciptakan lapangan kerja baru tetapi juga membangun ketenagakerjaan yang lebih berkelanjutan dan inklusif untuk masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Komunikasi & Informatika Prov. Kalimantan Selatan, Pemerintah Kalimantan Selatan