Tanaman hias kaktus (Pinterest/Adriana Trinquetel)
KALSEL - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban, ibu-ibu di Kalimantan Selatan (Kalsel) menemukan ketenangan dan kebanggaan dalam merawat tanaman hias. Tren ini bukan sekadar mengikuti gaya hidup, tetapi juga mencerminkan harmoni antara estetika, kepraktisan, dan nilai-nilai kultural yang khas.
Berdasarkan data produksi dan observasi pasar, setidaknya ada delapan jenis tanaman hias yang paling sering dirawat oleh ibu-ibu di region ini.
Tanaman ini menjadi primadona berkat motif daunnya yang menarik dan kemudahan perawatannya. Aglaonema tahan terhadap cahaya rendah dan sering dikaitkan dengan simbol keberuntungan dalam budaya setempat. Perawatannya cukup sederhana: cahaya tidak langsung, penyiraman moderat, dan pupuk cair setiap 4–6 minggu .
Baca juga: 5 Tanaman yang Cocok di Kantor, Si Penyaring Alami Udara Buruk
Bougainvillea dipilih untuk mempercantik pekarangan dengan warna-warna mencoloknya. Tanaman ini cepat berbunga dan cocok untuk pagar atau dekorasi halaman. Perawatannya membutuhkan sinar matahari penuh dan pemangkasan teratur .
Dikenal sebagai tanaman "praktis", Sansevieria sangat tahan banting dan cocok untuk pemula. Estetikanya yang minimalis membuatnya ideal untuk ruang tamu. Perawatannya hanya membutuhkan cahaya rendah hingga terang dan penyiraman jarang .
Populer di kalangan ibu-ibu muda, tanaman ini menawarkan estetika "kekinian" dengan perawatan mudah. Sukulen dan kaktus membutuhkan cahaya terang dan media tanam porous.
Baca juga: Kembangkan Potensi Tanaman Obat Keluarga, Mahasiswa KKN Undip Latih Warga Bikin Teh Herbal
Daunnya yang besar dan eksotis membuat tanaman ini sering menjadi pusat perhatian di ruang tamu. Perawatannya memerlukan cahaya tidak langsung dan tanah lembap tetapi tidak becek.
Sebagai tanaman koleksi dan hobi turun-temurun, anggrek memiliki nilai budaya yang kuat di Kalimantan. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) bahkan merupakan spesies endemik yang menjadi kebanggaan lokal . Perawatannya membutuhkan cahaya difilter dan kelembapan tinggi.
Tanaman ini dipilih karena daun dan bunganya yang berwarna-warni, cocok untuk dekorasi indoor. Data BPS Kalsel mencatatnya sebagai bagian dari produksi tanaman hias daerah .
Efek warna mencolok pada taman membuat tanaman ini banyak dicari. Perawatannya mudah dan cocok untuk iklim Kalsel .
Baca juga: Eksplorasi Buah-Buah Eksotis yang Jarang Ditemukan di Dunia
Ibu-ibu di Kalsel memilih tanaman hias berdasarkan beberapa pertimbangan:
Baca juga: Rahasia di Balik Bumi Kalimantan: Mengapa Pulau Ini Begitu Kaya Sumber Daya Alam?
Data produksi BPS Kalsel menunjukkan bahwa tanaman hias seperti anthurium, anggrek, dan daun hias lainnya tercatat dalam statistik provinsi, membuktikan bahwa budidaya dan perdagangan tanaman hias terstruktur dengan baik di region ini.
Dukungan dari BRMP Tanaman Hias dan Dinas Pertanian setempat melalui program koordinasi dan pelatihan teknis juga memperkuat rantai pasok bibit dan pengetahuan perawatan tanaman .
Baca juga: Rahasia Hutan Kalimantan: Mengungkap Potensi Aromaterapi dari Bunga-Bunga Asli Borneo
Kalsel memiliki kekhasan dalam tren tanaman hias: bougainvillea dan tanaman pekarangan berwarna lebih dominan dibandingkan kota besar yang cenderung fokus pada tanaman indoor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS, Radar Banjarmasin, BRMP Tanaman Hias