Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 25 JULI 2025 • 16:47 WIB

Mengenal Wajik, Kue Tradisional Banjar yang Jadi Favorit Oleh-Oleh

Mengenal Wajik, Kue Tradisional Banjar yang Jadi Favorit Oleh-OlehKue Wajik yang menggugah selera (Pinterest/Darto Maruga Hutama)

Wajik Banjar bukan sekadar kue manis biasa. Kue tradisional ini memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan budaya masyarakat Kalimantan Selatan. Sebagai bagian dari "Wadai 41" (41 jenis kue khas Banjar), wajik dulunya digunakan sebagai sesajen dalam ritual adat sejak zaman Kerajaan Hindu Negara Dipa.

Masyarakat Banjar percaya bahwa kue ini dapat menenangkan roh penghuni alam agar tidak mengganggu kehidupan manusia .  

Seiring masuknya Islam, tradisi sesajen berubah menjadi bentuk syukur dan pelengkap acara keagamaan seperti Baayun Maulid, Batamat Al-Qur’an, dan Badudus.

Baca juga: Kue Kararaban Dengan Keunikan dan Filosofi Kue Tradisional Banjar yang Mulai Langka

 

Wajik juga kerap hadir dalam pernikahan sebagai hantaran, melambangkan keharmonisan dan ikatan yang kuat antara pasangan .  

Cita Rasa Khas dan Bahan Pembuatan

Wajik Banjar memiliki rasa manis yang lebih pekat dibandingkan versi Jawa atau daerah lain, sesuai dengan selera masyarakat Banjar yang menyukai hidangan manis . Bahan utamanya sederhana:  

  • Beras ketan – Memberikan tekstur kenyal dan lengket.  
  • Santan kentan – Menambah cita rasa gurih dan legit.  
  • Gula merah – Memberikan rasa manis alami dan warna cokelat yang menggoda.  
  • Daun pandan – Menghasilkan aroma wangi yang khas.  

Proses pembuatannya memerlukan ketelatenan, mulai dari merendam ketan, mengukusnya setengah matang, hingga memasaknya dengan santan dan gula hingga kental. Hasilnya adalah kue yang lembut, legit, dan mengenyangkan .  

Selain sebagai hidangan ritual, wajik juga menjadi camilan sehari-hari dan oleh-oleh khas, terutama Wajik Kandangan yang terkenal di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Kelalapon, Kue Tradisional Banjar yang Kaya Rasa dan Makna

Kue ini sering dijual dalam kemasan kecil, membuatnya praktis dibawa pulang sebagai buah tangan .  

Di acara keluarga, wajik menjadi simbol kebersamaan. Masyarakat Banjar biasa menyantapnya sambil minum teh atau kopi dalam tradisi mawarung—kegiatan berkumpul sambil menikmati kudapan tradisional .  

Wajik Banjar adalah warisan kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya. Keberadaannya tetap lestari berkat peran masyarakat yang terus melestarikannya, baik dalam acara adat maupun sebagai hidangan sehari-hari.

Jika berkunjung ke Kalimantan Selatan, jangan lupa mencicipi wajik ini di pasar tradisional atau toko oleh-oleh seperti Toko Andalas di Banjarmasin .  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Budaya-indonesia.org, Wikipedia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Wajik, Kue Tradisional Banjar yang Jadi Favorit Oleh-Oleh

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!