Jumat, 10 JULI 2026 • 08:23 WIB

Mulai 20 Juli 2026, Museum Lambung Mangkurat Tutup Setiap Hari Senin untuk Perawatan Koleksi

Author

Mulai 20 Juli 2026, Museum Lambung Mangkurat Tutup Setiap Hari Senin untuk Perawatan Koleksi (mckalsel)

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan resmi mengumumkan kebijakan baru terkait operasional kunjungan. Mulai tanggal 20 Juli 2026, destinasi wisata sejarah dan budaya kebanggaan Banua ini akan menutup layanan kunjungan umum setiap hari Senin. Langkah strategis ini diambil guna memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan perawatan dan pembersihan menyeluruh terhadap koleksi benda bersejarah.

Selama ini, Museum Lambung Mangkurat dikenal sebagai salah satu pusat edukasi yang beroperasi tanpa hari libur. Namun, tingginya volume kunjungan masyarakat dari hari ke hari membuat proses pemeliharaan area pameran menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, manajemen memutuskan untuk menetapkan satu hari khusus sebagai waktu pemeliharaan internal.

Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, menjelaskan bahwa padatnya aktivitas kunjungan harian menjadi alasan utama di balik kebijakan ini. Pembersihan vitrin (lemari kaca pameran) serta ruang penyimpanan koleksi memerlukan ketelitian tinggi dan suasana yang tenang agar benda-benda bernilai sejarah tinggi tersebut tetap terjaga kelestariannya.

“Karena ada satu hari yang harus kami gunakan untuk melakukan pembersihan pada vitrin-vitrin pameran museum, maka diputuskan setiap hari Senin museum libur menerima kunjungan,” ujar Ady Surya pada Selasa (7/7/2026).

Sosialisasi Lebih Awal dan Penjadwalan Ulang Kunjungan Sekolah
Pihak manajemen museum bergerak cepat dengan melakukan sosialisasi kebijakan ini jauh-jauh hari. Hal ini bertujuan agar masyarakat luas, komunitas, hingga pihak sekolah yang telah menyusun agenda studi tur dapat menyesuaikan jadwal mereka dengan kenyamanan maksimal.

Bagi rombongan atau lembaga yang telanjur mengajukan surat permohonan kunjungan tepat pada tanggal 20 Juli 2026, Ady mengimbau untuk segera melakukan proses penjadwalan ulang (rescheduling). Petugas museum siap membantu memindahkan hari kunjungan ke hari lain di luar hari Senin.

“Bagi yang sudah mengajukan permohonan kunjungan pada tanggal 20 Juli nanti, kami harapkan bisa mengajukan ulang karena pada hari tersebut petugas akan melakukan pembersihan museum,” tambahnya.

Optimistis Target Retribusi Rp140 Juta Tetap Tercapai
Kendati operasional museum berkurang satu hari dalam sepekan, pihak UPTD Museum Lambung Mangkurat tetap menaruh rasa optimistis yang tinggi terhadap pencapaian target pendapatan daerah. Untuk tahun 2026, target retribusi museum dipatok sebesar Rp140 juta.

Ady Surya menegaskan bahwa penutupan di hari Senin tidak akan menggerus pendapatan secara signifikan. Berdasarkan data berkala, mayoritas kunjungan wisatawan—baik lokal maupun mancanegara—selalu memuncak pada akhir pekan (weekend), yaitu hari Sabtu dan Minggu.

“Kami optimistis target retribusi tetap tercapai karena kunjungan terbanyak biasanya berlangsung pada akhir pekan, sedangkan hari Senin dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan dan kualitas layanan museum,” pungkas Ady.

Dengan adanya hari perawatan ini, diharapkan kualitas pelayanan visual dan kenyamanan ruang pameran di Museum Lambung Mangkurat akan semakin meningkat, sekaligus memastikan warisan budaya Kalimantan Selatan tetap lestari untuk generasi mendatang. Bagi Anda yang berencana berkunjung, pastikan untuk mencatat perubahan jadwal terbaru ini!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU