Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dalam memperkuat konektivitas antarwilayah kian menunjukkan hasil nyata. Memasuki pertengahan tahun 2026, sejumlah proyek pembangunan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan provinsi mencatatkan capaian positif. Khususnya pada klaster Banua Enam dan Banjarbakula, progres fisik pengerjaan rata-rata telah melampaui angka 50 persen.
Akselerasi infrastruktur ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan akses transportasi yang aman, nyaman, dan efisien bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Prioritas Pembangunan untuk Kelancaran Transportasi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan terus diprioritaskan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan konektivitas dan kelancaran transportasi pada seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi.
"Saat ini beberapa pekerjaan pembangunan jalan di klaster Banua Enam maupun Banjarbakula sudah mencapai progres di atas 50 persen. Beberapa pekerjaan pembangunan jalan, rehabilitasi maupun rekonstruksi, progres fisiknya rata-rata sudah di atas 50 persen," ujar Misna saat ditemui di ruang kerjanya, Banjarbaru.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) jalan provinsi, total panjang jalan yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kalsel mencapai 927,41 kilometer. Dari total tersebut, kinerja Dinas PUPR Kalsel terbukti impresif dengan mencatatkan kondisi jalan mantap sebesar 83,03 persen atau sekitar 770 kilometer hingga akhir tahun 2025 lalu.
Rincian Target Pengerjaan Jalan Provinsi Kalsel di Tahun 2026
Memasuki tahun anggaran 2026, Dinas PUPR Kalsel tidak menurunkan standar intensitasnya. Mereka aktif melaksanakan program penyelenggaraan jalan yang mencakup tiga aspek utama, yaitu pembangunan jalan baru sepanjang 12,48 kilometer, rehabilitasi jalan sepanjang 31 kilometer, serta rekonstruksi jalan sepanjang 18,49 kilometer.
Pekerjaan fisik ini tersebar merata secara strategis di dua klaster utama, yakni Banua Enam dan Banjarbakula.
Di klaster Banua Enam, beberapa proyek krusial yang sedang digenjot pengerjaannya meliputi:
Sementara itu, perbaikan infrastruktur di klaster Banjarbakula difokuskan pada pemulihan kualitas jalan yang padat kendaraan, di antaranya:
Dampak Positif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Percepatan penyelesaian proyek-proyek ini tidak hanya sekadar mengejar target angka di atas kertas. Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dengan jalan yang mantap, waktu tempuh antarwilayah dapat dipangkas secara signifikan. Efek domino dari kelancaran transportasi ini dipastikan akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar jalur distribusi logistik dan hasil bumi, serta pada akhirnya memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel