Jumat, 10 JULI 2026 • 07:48 WIB

Antisipasi Karhutla di Banjarbaru: TRC BPBD Kalsel Sisir Peramuan Ujung dan Temukan Titik Asap Baru di Pengayuan

Author

Antisipasi Karhutla di Banjarbaru: TRC BPBD Kalsel Sisir Peramuan Ujung dan Temukan Titik Asap Baru di Pengayuan (mckalsel)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi selama musim kemarau. Sebagai langkah antisipasi dini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalsel gencar melakukan patroli lanjutan ke sejumlah titik rawan guna memastikan sisa-sisa kebakaran benar-benar padam sepenuhnya.

Pada Rabu pagi, tanggal 8 Juli 2026, TRC BPBD Kalsel kembali turun ke lapangan untuk menyisir kawasan Peramuan Ujung, Landasan Ulin, Banjarbaru. Patroli ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemadaman api besar yang terjadi di wilayah tersebut pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Langkah penyisiran ini dinilai sangat krusial guna menghindari adanya bara api tersembunyi di dalam tanah yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pastikan Peramuan Ujung Aman dari Bara Api
Koordinator TRC BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Sahri, menjelaskan bahwa patroli yang dimulai sejak pagi hari tersebut sengaja difokuskan untuk mengecek kondisi riil di lapangan pasca-pemadaman malam sebelumnya. Kehadiran tim di lokasi bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus melakukan pemetaan terhadap area yang terdampak.

“Pada pagi hari ini, tanggal 8 Juli 2026, kami tim patroli melanjutkan pengecekan terhadap pemadaman yang dilakukan rekan-rekan tadi malam. Bersama Pak Aban, Pak Kabid, dan tim di lapangan, kami memastikan kembali kondisi lahan yang sebelumnya terbakar,” ujar Sahri saat memberikan keterangan di lokasi.
Berdasarkan hasil pemantauan intensif di area Peramuan Ujung, tim tidak lagi menemukan adanya titik api maupun asap yang keluar dari permukaan tanah. Struktur lahan yang sebelumnya terbakar dipastikan sudah mendingin, sehingga status kawasan tersebut dinyatakan aman dari ancaman kebakaran susulan dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan kembali, lahan yang habis terbakar sudah tidak menyala lagi,” tambah Sahri dengan nada lega.

Penemuan Titik Asap Baru di Kawasan Pengayuan
Meskipun wilayah Peramuan Ujung dinyatakan aman, kewaspadaan tim TRC BPBD Kalsel tidak lantas mengendur. Saat melanjutkan rute patroli rutin di sekitar area tersebut, tim justru mendeteksi adanya indikasi kebakaran baru yang lokasinya tidak terlalu jauh dari titik pertama. Kejelian tim di lapangan berhasil menangkap adanya kepulan asap tipis yang membubung dari arah kawasan Pengayuan.

Melihat indikasi tersebut, Sahri dan timnya langsung bergerak cepat menuju titik koordinat asap untuk melakukan peninjauan secara langsung. Langkah taktis ini diambil agar kebakaran tidak meluas dan melahap vegetasi kering di sekitarnya.

“Setelah itu kami mendapati titik baru di Pengayuan, tepatnya di belakang lokasi kami saat ini. Terlihat ada kepulan asap sehingga langsung kami lakukan peninjauan,” jelasnya.

Laporan Warga dan Tindak Lanjut Pusdalops BPBD Kalsel
Saat melakukan verifikasi di lapangan, TRC BPBD Kalsel sempat berinteraksi dengan masyarakat setempat. Tim mendapatkan informasi penting dari seorang warga yang kebetulan sedang memancing di sekitar rawa-rawa Pengayuan. Menurut kesaksian warga tersebut, kepulan asap memang sudah mulai terlihat membubung sejak pagi hari.

“Kebetulan kami bertemu dengan warga yang sedang memancing. Beliau menyampaikan bahwa asap tersebut sudah terlihat sejak pukul 10.00 tadi,” ungkap Sahri meneruskan informasi dari warga.

Menanggapi temuan titik asap baru di Pengayuan, TRC BPBD Kalsel bergerak cepat sesuai standar operasional prosedur (SOP). Informasi detail mengenai titik koordinat dan estimasi luas lahan langsung diteruskan kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi Kalimantan Selatan agar armada pemadam darat maupun udara dapat segera dikerahkan ke lokasi.

Langkah cepat penanganan ini menjadi komitmen nyata dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengintensifkan patroli rutin selama musim kemarau. Dengan strategi deteksi dini dan respons cepat, diharapkan potensi bencana karhutla berskala besar di wilayah Kalimantan Selatan dapat ditekan seminimal mungkin demi kenyamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU