Seseorang sedang melihat ponselnya (Pinterest/Freepik)
KALSEL - ChatGPT, model kecerdasan buatan (AI) berbasis bahasa besar (LLM), dikenal mampu berkomunikasi dalam puluhan bahasa, dari Inggris hingga Mandarin. Namun, bagaimana dengan bahasa daerah seperti Banjar? Apakah ChatGPT bisa "belajar" memahami dan menghasilkan teks dalam bahasa Banjar?
Artikel ini mengeksplorasi tantangan dan peluang penggunaan ChatGPT untuk bahasa Banjar, termasuk dukungan teknis, ketersediaan data, dan strategi yang bisa diterapkan.
Dukungan Bahasa ChatGPT: Ada Banjar Ngga?
Berdasarkan daftar resmi, ChatGPT mendukung lebih dari 80 bahasa, termasuk beberapa bahasa regional seperti Melayu dan Jawa. Namun, bahasa Banjar tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Baca juga: Menyusuri Jarak Teknologi Jakarta-Banjar!
Ini berarti ChatGPT tidak secara khusus dilatih dengan data Banjar yang memadai. Meski begitu, kemiripan antara bahasa Banjar dengan Melayu atau Indonesia mungkin memungkinkan ChatGPT menghasilkan teks yang mendekati, meski akurasinya belum optimal.
Tantangan Utama: Kelangkaan Data
Bahasa Banjar termasuk dalam kategori low-resource language—bahasa dengan data digital terbatas. Padahal, model AI seperti ChatGPT membutuhkan jutaan kata untuk belajar secara efektif.
Beberapa masalah utama:
1. Korpus terbatas – Tidak banyak teks digital Banjar yang tersedia untuk pelatihan.
2. Variasi dialek – Bahasa Banjar memiliki beberapa varian (seperti Banjar Kuala dan Banjar Hulu), yang memperumit pemodelan AI.
3. Kurangnya standarisasi – Ejaan dan kosakata Banjar belum sepenuhnya terstandarisasi dalam bentuk digital.
Namun, bukan berarti tidak ada solusi.
Strategi agar ChatGPT Bisa "Belajar" Bahasa Banjar
1. Memanfaatkan Sumber Digital yang Ada
Baru-baru ini, pemerintah Kalimantan Selatan meluncurkan kamus digital Bahasa Banjar, yang berisi ribuan kosakata dan contoh kalimat. Ini bisa menjadi dasar untuk fine-tuning atau prompt engineering.
Selain itu, konten media sosial, forum lokal, dan sastra Banjar bisa dijadikan sumber data tambahan.
Baca juga: Penggunaan dan Penerimaan AI di Kalangan Masyarakat Kalimantan Selatan dengan Dampak yang Diberikan!
2. Prompt Engineering: Memberi "Petunjuk" ke ChatGPT
Karena ChatGPT tidak secara alami paham Banjar, kita bisa memberikan contoh kalimat dan kosakata dalam prompt. Misalnya:
"Berikut 5 kata dalam Bahasa Banjar: 'aku' (ulun), 'bukah' (lari), 'japai' (sentuh). Buatkan kalimat menggunakan kata-kata tersebut."
Dengan prompt yang jelas, ChatGPT bisa menghasilkan output yang lebih relevan.
3. Fine-Tuning dengan Data Banjar
Jika tersedia dataset yang cukup, kita bisa melakukan fine-tuning model ChatGPT menggunakan API OpenAI. Proses ini melibatkan:
- Mengumpulkan teks Banjar (koran lokal, transkrip percakapan, dll.).
- Melatih model dengan data tersebut.
- Mengevaluasi hasilnya bersama penutur asli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Botpress, Research Gate, Antara News