Perayaan sebuah festival (Pinterest/Khmer civilization)
KALSEL - Setiap tahun, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi tuan rumah bagi salah satu festival seni paling dinanti—Kiram Arts Festival. Acara ini bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan ruang kolaborasi budaya yang mempertemukan seniman lokal, nasional, dan internasional. Pada 2023, festival ini digelar di Kiram Park, Kabupaten Banjar, dari 8 hingga 12 November, dengan partisipasi luar biasa dari 20 negara seperti Malaysia, Jepang, Ghana, hingga Meksiko.
Panggung Alam yang Memukau
Berbeda dengan festival kebanyakan, Kiram Arts Festival memanfaatkan keindahan alam Geopark Meratus sebagai latar panggungnya. Pepohonan rindang dan bukit-bukit hijau menjadi saksi pertunjukan seni tari, musik, teater, hingga seni rupa. Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, bahkan turut memeriahkan acara dengan membacakan puisi di tengah gemerlap lampu dan obor yang menghiasi area pertunjukan .
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Budaya Banjar Melalui Podcast Lokal yang Kaya Konten
Lebih dari Sekadar Pertunjukan
Kiram Arts Festival tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi jembatan budaya antara Kalsel dan dunia. Menurut Yadi Muryadi, ketua panitia festival, acara ini dirancang untuk mempromosikan kekayaan seni lokal sekaligus mendorong pelestarian lingkungan melalui seni .
Selain itu, festival ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan antar-seniman. Misalnya, Tanto Mendut, seniman asal Magelang, menyebut Kiram Arts Festival sebagai salah satu acara bertaraf dunia karena keragaman ekspresi seninya.
Dampak bagi Kalsel dan Dunia
Keberhasilan Kiram Arts Festival membuktikan bahwa Kalsel mampu menjadi pusat seni internasional. Melalui media sosial, para seniman mancanegara membagikan momen mereka di festival ini, memperkenalkan keindahan alam dan budaya Kalsel ke seluruh dunia .
Baca juga: Menyaksikan Sunrise Memukau di Bukit Rimpi Pelaihari, Bukit Teletubbies Kalimantan Selatan
Bagi masyarakat lokal, festival ini juga menjadi kebanggaan. Muhammadun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, berharap acara ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk memperkuat identitas budaya daerah .
Kiram Arts Festival bukan sekadar event tahunan—ia adalah perayaan toleransi, kreativitas, dan kebersamaan. Dengan menggabungkan keunikan alam Meratus dan keragaman seni global, festival ini berhasil menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa pun yang hadir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kompas.com, Antara News, Wasaka Kalsel