Kamis, 30 APRIL 2026 • 09:40 WIB

Mengapa 2 Mei Dijadikan Hari Pendidikan Nasional? Ini Sejarah Lengkapnya!

Author

Mengapa 2 Mei Dijadikan Hari Pendidikan Nasional? Ini Sejarah Lengkapnya! (pinterest)

Makna di Balik Tanggal 2 Mei: Mengenang Bapak Pendidikan
Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional atau yang sering disingkat Hardiknas. Perayaan ini bukan sekadar rutinitas upacara bendera di sekolah-sekolah, melainkan sebuah penghormatan mendalam terhadap tonggak sejarah perjuangan bangsa melalui jalur edukasi. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa tanggal 2 Mei yang dipilih secara khusus oleh pemerintah?

Keputusan untuk menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional tidak lepas dari sosok luar biasa bernama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara. Tanggal 2 Mei sebenarnya adalah hari kelahiran beliau pada tahun 1889. Pemerintah Indonesia menetapkan hari lahirnya sebagai hari besar nasional untuk mengapresiasi jasa-jasanya yang sangat besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perjuangan Ki Hadjar Dewantara di Masa Kolonial
Pada masa penjajahan Belanda, akses terhadap pendidikan sangat terbatas. Hanya anak-anak keturunan Belanda dan kaum bangsawan (priayi) yang diperbolehkan mengenyam bangku sekolah. Rakyat jelata dibiarkan buta huruf agar lebih mudah dikendalikan oleh pemerintah kolonial.

Ki Hadjar Dewantara melawan ketidakadilan ini bukan dengan senjata, melainkan dengan tulisan dan pemikiran. Akibat kritik tajamnya melalui tulisan berjudul "Seandainya Aku Seorang Belanda," beliau sempat diasingkan ke Belanda. Namun, masa pengasingan itu justru ia gunakan untuk mendalami ilmu pendidikan.

Setelah kembali ke tanah air, pada 3 Juli 1922, beliau mendirikan Lembaga Pendidikan Taman Siswa. Sekolah ini menjadi bukti nyata perjuangannya untuk memberikan kesempatan bagi rakyat jelata agar bisa mencicipi pendidikan yang sama dengan kaum elit.

Filosofi Pendidikan yang Abadi
Alasan lain mengapa kelahiran beliau diabadikan sebagai Hardiknas adalah karena filosofi pendidikannya yang masih relevan hingga saat ini. Ki Hadjar Dewantara menciptakan semboyan yang sangat ikonik dalam dunia pendidikan Indonesia:

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan memberi teladan.
  • Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat.
  • Tut Wuri Handayani: Di belakang memberi dorongan.

Semboyan "Tut Wuri Handayani" bahkan kini menjadi logo resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semangat Ki Hadjar Dewantara adalah roh utama dari sistem pendidikan kita.

Penetapan Resmi oleh Pemerintah
Secara legal, penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 pada tanggal 16 Desember 1959. Melalui aturan ini, Presiden Soekarno ingin memastikan bahwa generasi mendatang tidak pernah lupa bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa diraih dan dipertahankan melalui pendidikan yang kuat.

Menjadikan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional adalah cara bangsa Indonesia menghormati keberanian Ki Hadjar Dewantara yang berani mendobrak tembok diskriminasi pendidikan. Hardiknas adalah pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara dan merupakan kunci utama untuk memajukan peradaban bangsa. Mari kita maknai hari ini dengan terus belajar dan berkontribusi bagi kemajuan intelektual Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU